Korban Gempa Lombok Usul Jokowi Beri Bantuan Sesuai Kerusakan

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Rabu, 01/08/2018 14:38 WIB
Korban Gempa Lombok Usul Jokowi Beri Bantuan Sesuai Kerusakan Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Gubernur NTB TGB Muhammad Zainul Majdi mengunjungi korban gempa di pengungsian. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korban gempa bumi di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) menilai bantuan uang tunai Rp50 juta per rumah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak cukup untuk merenovasi rumah warga yang rusak akibat gempa bumi.

Irwan Gusnadi, salah satu warga Sembalun dari Desa Sajang mengatakan uang sebesar itu mungkin hanya cukup membangun kerangka rumah. Namun, tak cukup bila membangun rumah secara utuh.

"Ya kalau segitu hanya bisa buat rumah dengan kerangka sederhana, tidak banyak sekatnya supaya tidak banyak yang dibeli," ujar Irwan kepada CNNIndonesia.com, Rabu (1/8).
Menurut Irwan, Jokowi seharusnya memberikan bantuan uang tunai sesuai dengan tingkat kerusakan masing-masing rumah. Sehingga besarnya bantuan kepada setiap warga tidak sama antara yang mengalami rusak berat dan ringan.


"Apalagi di Desa Obal-obal, Kecamatan Sambelia yang paling parah terkena gempa. Semuanya rata dengan tanah, itu sebenarnya butuh bantuan yang lebih besar," katanya.

Masitah Jamhuri (50), warga Desa Dayarulungbaret mengatakan bantuan senilai Rp50 juta per rumah rasanya cukup baginya. Maklum saja, rumahnya terbilang tak rusak berat, apalagi sampai runtuh.

"Rumah hanya retak-retak, tapi ada bagian yang rusak. Tapi yang terpenting, lebih baik diberi uang tunai saja," ucapnya.
Sementara Fatimah (53), warga Desa Dayangrulungbaret lainnya mengaku rencana bantuan dari Jokowi sudah lebih dari cukup. Sebab, dinding rumahnya hanya retak-retak. Bahkan, ia rela tak diberi bantuan karena sebenarnya kerusakan memang terjadi karena bencana yang tak bisa diduga kedatangannya.

"Kalau diberi bantuan sosial saja, saya sudah senang. Pak Jokowi yang penting bantu kami supaya tidak trauma lagi, bantu bahan makanan juga sudah cukup," pungkasnya.

Di sisi lain, Irwan mengatakan ada hal lebih penting yang harus dilakukan Jokowi. Dia berharap Presiden Jokowi tidak sekedar memberikan bantuan, tetapi juga berkeliling menemui langsung para korban gempa.

"Kemarin itu hanya di posko yang korbannya tidak begitu parah. Seharusnya Pak Jokowi datang langsung hingga ke desa-desa yang lebih parah. Mereka butuh dukungan langsung dari Pak Jokowi," katanya.
Baginya, kehadiran Jokowi tak hanya bisa menguatkan para warga, tetapi juga membuat warga bisa mengenal langsung sosok Jokowi. Apalagi, pemberitaan mengenai gempa di Lombok kerap dikaitan dengan isu politik belakangan ini.

"Biar mereka bisa kenal Pak Jokowi juga," katanya. (ayp)