Tina salah satu orator menyatakan Papua Barat tak pernah merasa menjadi bagian Indonesia. Hak-hak warga Papua tak pernah terpenuhi dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) justru sering terjadi.
"Papua merdeka! NKRI saja banyak yang mati apalagi Papua. Kami diperkosa, dibunuh, disiksa!" seru Tina di depan massa aksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surya pun menyatakan pihak militer Indonesia yakni ABRI, melakukan manipulasi saat pelaksanaan referendum atau Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada 1969 lalu.
Saat itu, dia mengklaim hanya 1.200 orang Papua Barat yang diikutkan dalam jejak pendapat.
"Kepentingan penemuan emas oleh seorang geolog asal Belanda maka mereka menginginkan Papua masuk Indonesia. Sama seperti kasus Timor Leste," terangnya.
Sembilan Tuntutan
Aksi Mahasiswa Papua hari ini membawa sembilan poin tuntutan. Poin paling penting adalah menuntut pemerintah pusat segera mengakui resolusi bahwa Papua Barat berhak menentukan nasibnya sendiri untuk merdeka.
Aksi yang mendapat kawalan polisi ini digelar sejak pukul 12.30 WIB dan kemungkinan selesai pukul 15.00 WIB.
Pihak AMP mengklaim aksi serupa juga digelar di 13 kota di Indonesia dengan mengusung tuntutan yang sama.