ASIAN GAMES 2018

Rofifah, Kanker, dan Tantangan Mural Asian Games

SAH, CNN Indonesia | Sabtu, 04/08/2018 14:00 WIB
Rofifah, Kanker, dan Tantangan Mural Asian Games Salah satu peserta Lomba Mural Asian Games 2018, Rofifah Juniandar. (CNN Indonesia/Setyo Aji Harjanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perempuan berjilbab dan mengenakan pakaian serba hitam itu tengah berjalan menuju sebuah minimarket di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Dia hendak membeli sejumlah kudapan dan minuman sebagai bekal buat menemaninya dalam Lomba Mural Asian Games 2018, digelar di 73 tiang di sepanjang ruas tol Rawamangun-Pulomas-Sunter.

Hanya saja ada yang menarik perhatian dari perempuan. Rofifah Juniandar (21) berjalan dibantu tongkat penyangga. Sejak 2009, katanya, benda itu menjadi teman setianya karena dia kesulitan beraktivitas lantaran mengidap kanker tulang. Namun, nampaknya hal itu tidak menghalangi niatnya untuk unjuk kemampuan.

Mahasiswi Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta ini mengaku baru pertama kali membikin mural. Dia belum pernah sekalipun merasakan menyapukan kuas di atas media gambar berupa tembok.
"Biasanya saya gambarnya di kertas atau di kanvas, ini baru pertama kali gambar di tembok apalagi tiang jalan tol," terang Rofifah kepada pewarta, Sabtu (4/8).


Keraguan sempat terbesit dalam pikirannya mengingat minimnya pengalaman Rofifah dalam menggambar mural. Muncul juga sedikit kekhawatiran karena lokasi mural ada di tengah-tengah jalan tol, di mana kendaraan dipacu dengan kecepatan tinggi.

"Ada ketakutan sebelum hari H aku kayak mikir wah bisa enggak ya, sementara ini (tiang tol) ukurannya kan tiga meter ya tingginya," ucap Rofifah.

Meski sempat ragu, Rofifah memilih tidak terlampau menghiraukannya. Apalagi tiga rekannya juga sudah memaklumi kondisi perempuan asal Rangkasbitung, Banten itu.
Rencananya dia bakal menggambar mural di bagian bawah tiang tol. Namun, Rofifah mengaku penasaran untuk bisa menggambar di bagian atas tiang. Meski kondisinya tidak seperti teman-temannya, Rofifah mengaku sangat menyukai tantangan.

"Aku berdoanya ada tangga enggak yah. Aku sih orangnya emang pakai tongkat, untuk pakai tangga bisa, Insya Allah," ucap Rofifah.

Selain kondisi tubuhnya, tantangan lain dirasakan Rofifah dalam mengikuti lomba mural bertajuk Culture and Diversity Energy of Asia ini adalah penghitungan komposisi gambar. Butuh waktu semalaman bagi timnya meracik konsep gambar bakal ditorehkannya di tiang nomor 44, tepatnya di daerah Rawasari.

"Kalau konsep ide sebenarnya enggak begitu sulit sih, yang agak sulit itu menghitung komposisinya sih kan ini tiang lebar dan membulat kami harus berpikir keras biar si gambarnya bagus dan terlihat gitu," terang dia.
Rofifah dan rekan-rekannya lantas menjatuhkan pilihan bakal menggambar peta negara-negara di kawasan Asia, lengkap dengan atlet-atlet yang bertanding. Dalam karyanya, ia dan timnya ingin menyampaikan bahwa Indonesia mempunyai atlet-atlet yang patut dibanggakan.

Lomba Mural Terbesar se-Asia Tenggara

Adapun lomba mural yang diikuti oleh Rofifah ini diikuti oleh 73 kelompok peserta dari seluruh Indonesia. Sebelum bisa mengikuti lomba, peserta harus melalui tahapan seleksi konsep.

"Pada seleksi ini, kami akan memilih 73 muralis terbaik dari ratusan pendaftar dan poin utama yang menjadi penilaian ialah konsep harus sesuai tema yakni Culture and Diversity Energy of Asia," kata Ketua Penyelenggara Aidil Usman.

Sementara itu, Kurator seni rupa Bambang Asrini Widjarko, selaku salah satu juri, mengatakan kompetisi mural ini merupakan pertemuan para seniman mural terbesar dan terbanyak di Asia Tenggara.
"Menilik jejak berita dalam jurnal seni rupa, kegiatan ini ternyata belum pernah digelar sebesar dan sebanyak ini di lingkup Asia Tenggara, atau bahkan di Asia," papar Bambang.

Selain itu, para peserta harus menyelesaikan karyanya dalam waktu empat hari, yang dimulai hari ini hingga Selasa (7/8) pekan depan tepat pukul 12.00 WIB. (ayp/ayp)