"Semua orang berlarian, menghindari dinding-dinding. Semua ketakutan. Kami baru kali pertama ke sini, tidak menyangka akan ada hal seperti ini dalam liburan kami," katanya, kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon pada Senin (6/8) pagi.
"Tidak ada terluka dalam rombongan kami. Gempa ini terjadi dan kami tidak bisa menghindarinya. Kebetulan terjadi ketika kami sedang liburan," Marcello menambahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika itu, ia dan Marcello, serta rekannya dari Spanyol, Bea, baru saja pulang ke Hotel Sendok, NTB, setelah seharian jalan-jalan di daerah Senggigi.
Kios yang temboknya roboh pascagempa bumi di Dusun Lendang Bajur, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin (6/8). (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi) |
Gempa kemudian terasa selama sekitar 10 detik saat mereka bersantai. Ia sempat mengira gempa berasal dari Gunung Rinjani karena sempat mendengar soal kondisi vulkanik pascagempa.
"Anjing-anjing, serangga, dan kodok sangat berisik. Anjing mengonggong tak karuan, binatang-binatang Itu mengarah ke pantai. Itu mengerikan, saya diam saja dan berdoa," sambung dia.
"Setelah itu kami diam di depan hotel dalam suasana yang gelap karena mati lampu total, gelap sekali tapi jalanan depan hotel ramai. Saya dengar ada ibu-ibu berteriak mencari suaminya, klakson mobil-mobil. Dan kami mendengar juga ada ancaman tsunami," tuturnya lagi.
Pasien RSUD Mataram, NTB, dievakuasi ke parkiran rumah sakit, Minggu (5/8). (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi) |
Karena mendengar kabar ada ancaman tsunami, mereka lalu memutuskan untuk pergi ke Bukit Senggigi. Beruntung, ia bertemu dengan sebuah keluarga yang berasal dari Selandia Baru yang bersedia memberikan tumpangan ke bukit.
"Kebetulan keluarga itu punya villa di bukit. Jadi kami menumpang kendaraan mereka. Total ada 15 orang di villa itu, kami menetap di sana untuk sementara," kata Ahnaf.
"Di hotel-hotel juga tidak ada makanan. Akhirnya kami menemukan warung yang masih utuh tapi tidak ada penjualnya. Kami ambil kerupuk beberapa bungkus, air mineral, dan meninggalkan uang Rp50 ribu," katanya menambahkan.
Dengan kerupuk dan air mineral itu ketiganya bertahan hingga pagi hari. Kini mereka sudah turun bukit dan mengambil barang-barang mereka di hotel untuk segera melanjutkan perjalanan ke Bali.
Presiden Joko Widodo (tengah), memastikan akan mengganti kerusakan bangunan akibat gempa NTB, di TMII, Jakarta, Senin (6/8). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A) |
Ia berharap pemerintah Indonesia memberi pengetahuan yang cukup kepada warganya mengenai hal yang mesti dilakukan saat terjadi bencana, seperti gempa bumi.
Sebab, Marcello melihat warga di Lombok, tampak sangat ketakutan dan tidak tahu apa yang harus dilakukan saat bencana itu terjadi.
Berdasarkan data sementara BNPB, korban meninggal dalam bencana itu mencapai 82 orang. Mayoritas akibat tertimpa bangunan yang runtuh. BNPB mengimbau warga tetap tenang namun senantiasa waspada usai gempa Lombok 7 SR. (arh/gil)
Kios yang temboknya roboh pascagempa bumi di Dusun Lendang Bajur, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin (6/8). (
Pasien RSUD Mataram, NTB, dievakuasi ke parkiran rumah sakit, Minggu (5/8). (
Presiden Joko Widodo (tengah), memastikan akan mengganti kerusakan bangunan akibat gempa NTB, di TMII, Jakarta, Senin (6/8). (