Kronologi Video Viral Relawan Projo Tak Bayar Bakso

Ramadhan Rizki, CNN Indonesia | Senin, 06/08/2018 20:53 WIB
Kronologi Video Viral Relawan Projo Tak Bayar Bakso Rapat Umum Relawan Jokowi yang berlangsung di Sentul International Convention Center, Bogor, Sabtu (4/8). (CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Video relawan Pro Jokowi (Projo) yang diduga tak membayar bakso viral di media sosial. Video itu diunggah seorang pengguna Facebook Budi Tartanto. Dalam video itu terlihat sejumlah relawan Projo yang hendak menghadiri rapat relawan di Sentul, Jawa Barat, Sabtu (6/8) memakan bakso.

Namun, menurut Budi ratusan oknum Projo itu tak membayar enam dari tujuh gerobak Bakso Bakwan Malang.

Kepada CNNIndonesia.com pemilik akun bernama Budi Tartanto itu menceritakan kronologi kejadian.


Budi membenarkan bahwa kejadian dalam video itu menimpa saudaranya dari Desa Banyuanten, Kecamatan Cilongok, Banyumas yang bernama Karso (34).

Karso merupakan pemilik atau juragan dari tujuh gerobak bakso yang dikonsumsi oleh relawan Projo tersebut.


Kejadian tersebut terjadi Sabtu (4/8). Saat itu, tujuh gerobak milik Karso sudah direncanakan untuk dijual secara berkeliling.

Namun, mendadak tiga bus besar yang berisi ratusan relawan Projo turun dari bus tersebut dan langsung memborong tujuh gerobak bakso tersebut.

Melihat tujuh gerobak baksonya diborong habis, mengabadikan momen bahagia tersebut.

"Tukang baksonya itu belum keliling jadi sudah habis, diborong akhirnya, makanya karena tukang baksonya bahagia jadi divideoin," kata Budi saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Senin (6/8).

Budi mengatakan total harga bakso dari satu gerobak milik Karso sebesar Rp600 ribu. Jika dikalikan tujuh gerobak maka harusnya Karso mendapatkan Rp4,2 juta.

"Tapi ada seorang ibu yang bayar itu cuma bayar satu gerobak saja, pas saudara [Karso] saya tanya mana sisanya? ibu-ibu itu malah bilang dia cuma bayar satu gerobak saja, jadi masih kurang 3,7 juta," tambah Budi.

Melihat hal itu, Budi lantas memposting kejadian nahas tersebut ke media sosial pribadi miliknya pada Sabtu (4/8) malam.

Setelah postingannya viral di media sosial, Budi bercerita bahwa dirinya dihubungi oleh seseorang yang tak dikenalnya untuk mengunjungi kantor pusat Projo di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan pada Minggu (5/8) sore.
Saat tiba di kantor tersebut, ia mengaku menemui empat orang dari pihak Projo melunasi kekurangan biaya konsumsi bakso milik saudaranya tersebut sebesar 3,3 juta rupiah.

"Minggu sore ketemu Pak Erik, Pak Cepu, ada 4 orang itu kantor Projo Pancoran. Total dibayar Rp3,3 juta. Mereka sudah meminta maaf, sudah clear permantaan maaf," kata Budi.

Budi lantas berniat untuk menghapus tulisan dan video unggahannya itu apabila bakso-bakso milik saudaranya sudah dibayar.

Ia sendiri mengaku bahwa permasalahan itu sudah selesai. Tapi, video yang diunggahnya itu sudah terlanjur viral dan disebarkan melalui akun milik orang lain.

"Mereka sudah meminta maaf, sudah clear permantaan maaf, postingan saya clear saya hapus," kata dia.

Merasa Difitnah

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi membenarkan bahwa peristiwa itu terjadi di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (4/8) pagi.

Meski begitu, Arie membantah bahwa semua orang yang ikut memakan bakso tanpa membayarnya itu merupakan anggota relawan Projo. Budi menyebut mereka adalah penyusup.

Ia mengatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan fitnah yang keji bagi institusi Projo.

"Pokoknya itu fitnah keji. Projo tidak pernah menyakiti hati rakyat, Itu adalah penyusupan dan fitnah," kata Budi.

Budi tidak mengetahui jumlah pasti para pemakan bakso tak bertanggungjawab itu.

Meski begitu, ia mengaku pihaknya telah menutup kerugian sebesar Rp3,3 juta yang dialami oleh penjual bakso tersebut secara tunai.

"Mereka itu orang-orang yang ngaku-ngaku Projo, beli bakso, tapi nggak bayar," kata Arie.

(ugo/asa)