Relawan Jokowi: Pidato 'Berantem' Bentuk Orasi Menyejukkan

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Selasa, 07/08/2018 14:17 WIB
Relawan Jokowi: Pidato 'Berantem' Bentuk Orasi Menyejukkan Seknas Jokowi, Muhammad Yamin (kiri) memyampaikan klarifikasi atas pernyataan pidato Joko Widodo saat Rapat Umum Relawan Jokowi beberapa hari lalu di Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Relawan Presiden Joko Widodo meminta agar publik menghentikan polemik pidato Jokowi yang menyebut kata 'berantem' saat Rapat Umum Relawan Jokowi di Sentul Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/8).

Sejumlah pihak menilai pidato yang berbunyi, "Tidak usah suka menjelekkan orang lain, tapi kalau diajak berantem juga berani," menimbulkan semangat memecah belah bangsa. Sebaliknya, Relawan Jokowi menilai pidato tersebut justru menyalakan semangat nasionalisme.

"Pidato Jokowi dalam acara relawan termaksud adalah sebuah orasi yang menyejukkan, menganjurkan persatuan, persaudaraan, dan kerja sama seluruh komponen bangsa," kata Ketua Umum Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi Muhammad Yamin saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (7/8).

Hadir dalam konferensi pers itu, sejumlah relawan Jokowi seperti Relawan Gojo, Seknas Jokowi, Projo, Bara JP, KAPT, RPJB, AKGI, Foreder, Buruh Sahabat Jokowi, Rejo, Solmet, Getar, Duta Jokowi, Pos Raya.

"Pesan utama yang dikandung dalam orasi ini adalah sebuah pesan yang membangkitkan semangat para relawan untuk bekerja lebih giat lagi," kata Yamin.
Relawan Jokowi: Pidato 'Berantem' Bentuk Orasi MenyejukkanPidato 'berantem' yang disampaikan Joko Widodo menyulut polemik. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)


Yamin menuturkan salah satu kata kunci dalam orasi tersebut adalah kata 'berani'. Relawan Jokowi mengartikan kata 'berani' dalam konteks kalimat itu bukanlah untuk mendorong relawan berkelahi secara fisik atau konflik.  Melainkan, makna 'berani' secara universal seperti, 'Berani karena benar', atau 'Berani membela kebenaran'.

Yamin mencontohkan ungkapan Bugis-Makassar, 'Ewako'. Kata Yamin secara harfiah, kata ini berarti lawan. Namun, ewako bukanlah sebuah kata yang menganjurkan konflik atau kekerasan, tetapi lebih untuk membesarkan hati dan mendorong semangat dalam menyambut sebuah peristiwa penting.

"Dalam pengertian seperti inilah orasi Jokowi harus dipahami," kata Yamin.

Sementara, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Projo Budi Arie Setiadi mengklaim suasana yang diciptakan oleh orasi Jokowi bagi kalangan pendengarnya (gabungan relawan pendukung Jokowi) adalah suasana festival yang gembira, bersemangat, penuh tekad menang Pilpres 2019.

"Tidak ada suasana kemarahan, kebencian, apalagi permusuhan terhadap siapa pun. Jokowi dan seluruh kaum relawan mengerti bahwa dalam demokrasi, pihak "sana" bukanlah musuh atau enemy, melainkan Iawan tanding atau opponent," kata Budi.




(ugo)