Hal ini terlontar dari mulut Hasto sebelum melakukan pertemuan tertutup sembilan partai politik dengan KPU. Sembilan partai pendukung Jokowi, yakni PDIP, Golkar, PSI, NasDem, PKB, Hanura, Perindo, PKPI, dan PPP.
"Insya Allah kata teman-teman sekjen bisa jadi 10, kira-kira seperti itu," kata Hasto di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (7/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga mereka-mereka yang tentu saja menyatakan mendukung Pak Jokowi ya kita menerima itu. Tapi sepenuhnya kami serahkan kepada bapak Jokowi. Sembilan itu cukup kalau ada tambahan itu memperkuat," kata Hasto.
Terpisah, Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani menjelaskan komunikasi dengan partai politik yang belum mendukung Jokowi yaitu PAN, PKS, PBB masih berjalan.
"Komunikasi masih berjalan, bisa tetap, bisa bertambah, kalau bisa jangan berkurang," kata Arsul.
Menurut Arsul, dengan bertambahnya jumlah pendukung Jokowi, tidak akan mengubah konfigurasi maupun soliditas sembilan parpol saat ini. Sebab sembilan parpol diklaim tidak melakukan pembahasan pembagian kekuasaan (power sharing).
"Logikanya konfigurasi akan berubah kalau yang sudah ada, sudah melakukan power sharing dengan Jokowi karena kita enggak ada itu," kata Arsul.
Namun, kata Arsul, kalau misalnya ada partai baru masuk kemudian menuntut lebih banyak, PPP menyatakan keberatan.
"Saya baru mau masuk kalau saya dapat portofolio sekian-sekian, nah itu yang kami keberatan," katanya.
Lihat juga:Zulkifli Hasan Temui Jokowi di Istana |