Hasto Klaim Bakal Ada Satu Parpol Lagi Dukung Jokowi

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Selasa, 07/08/2018 17:13 WIB
Hasto Klaim Bakal Ada Satu Parpol Lagi Dukung Jokowi Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut bakal ada satu partai lagi yang akan mendukung Jokowi. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto memberi sinyal akan ada partai ke-10 atau tambahan satu partai politik yang bakal mendukung Joko Widodo (Jokowi) pada pilpres 2019. Saat ini tercatat ada sembilan partai politik yang menjadi pengusung Jokowi.

Hal ini terlontar dari mulut Hasto sebelum melakukan pertemuan tertutup sembilan partai politik dengan KPU. Sembilan partai pendukung Jokowi, yakni PDIP, Golkar, PSI, NasDem, PKB, Hanura, Perindo, PKPI, dan PPP.

"Insya Allah kata teman-teman sekjen bisa jadi 10, kira-kira seperti itu," kata Hasto di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (7/8).


Saat dikonfirmasi usai pertemuan, Hasto menjelaskan bahwa dia mendapat informasi terkait hal tersebut. Namun, menurutnya kepemimpinan Jokowi merangkul semua pihak.

"Sehingga mereka-mereka yang tentu saja menyatakan mendukung Pak Jokowi ya kita menerima itu. Tapi sepenuhnya kami serahkan kepada bapak Jokowi. Sembilan itu cukup kalau ada tambahan itu memperkuat," kata Hasto.
Meski demikian, Hasto enggan mengkonfirmasi satu partai yang akan bergabung mendukung Jokowi, baik itu ketika disebutkan PAN maupun PKS.

"Seluruh koalisi kami serahkan sepenuhnya kepada bapak Jokowi," ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani menjelaskan komunikasi dengan partai politik yang belum mendukung Jokowi yaitu PAN, PKS, PBB masih berjalan.

"Komunikasi masih berjalan, bisa tetap, bisa bertambah, kalau bisa jangan berkurang," kata Arsul.
Arsul mengklaim komunikasi yang dibangun ketiga partai itu dilakukan secara intensif. Hal ini menandakan sembilan parpol koalisi pendukung Jokowi tidak menutup pintu.

Menurut Arsul, dengan bertambahnya jumlah pendukung Jokowi, tidak akan mengubah konfigurasi maupun soliditas sembilan parpol saat ini. Sebab sembilan parpol diklaim tidak melakukan pembahasan pembagian kekuasaan (power sharing).

"Logikanya konfigurasi akan berubah kalau yang sudah ada, sudah melakukan power sharing dengan Jokowi karena kita enggak ada itu," kata Arsul.

Namun, kata Arsul, kalau misalnya ada partai baru masuk kemudian menuntut lebih banyak, PPP menyatakan keberatan.

"Saya baru mau masuk kalau saya dapat portofolio sekian-sekian, nah itu yang kami keberatan," katanya.
(ugo)