Ngabalin ke PAN: Jangan Malu-Malu Dukung Jokowi

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Selasa, 07/08/2018 17:51 WIB
Ngabalin ke PAN: Jangan Malu-Malu Dukung Jokowi Tenaga Ahli Utama Kedeputian bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin. (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Amanat Nasional (PAN) diminta segera mendeklarasikan dukungan kepada Presiden Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengingatkan bahwa posisi PAN merupakan pendukung Jokowi, karena memiliki perwakilan di Kabinet Kerja.

"Sudah jangan malu-malu. Makanya dari awal karena Anda itu koalisi Jokowi makanya ada menteri di Kabinet. Kalau malu-malu enggak usah," tutur Ngabalin di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (7/8).

PAN menjadi anggota koalisi pendukung pemerintahan Jokowi hingga 2019 setelah bergabung usai Pilpres 2014. Kader partai berlambang matahari itu juga mendapatkan posisi Menteri di Kabinet Kerja. Kader PAN, Asman Abnur menduduki posisi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Namun, selama berkoalisi dengan pemerintah partai yang dipimpin Zulkifli Hasan itu sama sekali tak pernah terlihat dalam pertemuan partai koalisi Jokowi untuk Pilpres tahun depan. PAN justru lebih sering bersama barisan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Demokrat.
Ngabalin mendesak meminta PAN segera menentukan pilihan yakni mendukung penuh atau tidak sama sekali.

"Kami tidak mau main di belakang-belakang, kami selalu main di depan," ucapnya.

Terpisah, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menemui Jokowi di Istana sore ini. Pertemuan berlangsung sekitar satu jam dan tertutup. Tak ada informasi resmi mengenai hasil pertemuan.

Tetapi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung sebelumnya masih memberikan sinyal PAN bisa bergabung dengan koalisi Jokowi. Hal serupa disampaikan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Hasto mengatakan terbuka kemungkinan partai pendukung Jokowi bertambah menjadi 10 jelang masa akhir pendaftaran calon ke Komisi Pemilihan Umum.



(ugo)