KSPI Minta Anggotanya Tak Terpancing Pidato 'Berantem' Jokowi

SAH, CNN Indonesia | Selasa, 07/08/2018 20:03 WIB
KSPI Minta Anggotanya Tak Terpancing Pidato 'Berantem' Jokowi Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengimbau seluruh buruh di Indonesia jangan terpancing oleh Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang meminta para relawannya tidak perlu mencari musuh tetapi siap jika diajak berkelahi.

"Kami menghimbau kepada seluruh buruh di Indonesia jangan terprovokasi, kalau lah ada kalimat yang kurang baik 'ajakan berantem' tadi buruh harus tetap damai," terang Said di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (7/8).

Meskipun Said dan organisasinya sepakat mendukung Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden, dia meminta buruh harus tetap damai dan jangan mudah terprovokasi atas pidato dari lawan politiknya dalam hal ini Jokowi.



Selain itu, Said juga menilai pidato Jokowi tersebur sebagai bentuk kepanikan atas gerakan #2019GantiPresiden sehingga mengajak pendukungnya untuk siap berkelahi.

Ia juga berharap presiden, sebagai kepala negara untuk tidak melayangkan pernyataan atau ajakan yang berlawanan konstitusi. Menurut Said pidato 'berantem' itu merupakan ajakan untuk melanggar konstitusi.

"Presiden itu warga negara super dengan demikian karena kepala negara dia dilindungi konstitusi oleh karena itu kami minta dengan tegas siapa pun jangan mengajak rakyatnya untuk melanggar konstitusi," terang Said.

Pernyataan kontroversial itu dilontarkan Jokowi pada Sabtu pekan lalu, dalam acara pertemuan relawan. Setelah ramai diberitakan, Jokowi meminta semua pihak memahami agar memahami pidatonya secara utuh.
"Coba dirunut dari atas. Jangan diambil sepotongnya saja. Nanti enak yang mengomentari kalau seperti itu. Dilihat semuanya, konteksnya akan kelihatan," kata Jokowi di Ancol, Senin. (ayp/asa)