Jokowi Dinilai Untung Jika Sandi Jadi Cawapres Prabowo
CTR | CNN Indonesia
Jumat, 10 Agu 2018 05:37 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo dinilai beruntung jika Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memilih Sandiaga Uno menjadi calon wakil presiden untuk pilpres 2019.
Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai terpilihnya Sandiaga sebagai cawapres akan menimbulkan kesan bahwa kubu Prabowo meninggalkan amanat ijtimak ulama.
"Prabowo meninggalkan ulama dan umat. Itu berat. Pada saat yang sama Pak Jokowi merangkul ulama," kata Pangi di Jakarta, Kamis (9/8).
Pangi menilai sosok Mahfud MD yang kerap disebut menjadi cawapres Jokowi, masih merepresentasikan kepentingan kelompok kanan atau agamawan. Hal ini berbeda jauh dengan sosok Sandiaga.
"Sandi kurang bisa mengakomodasi kepentingan kanan. Dia boleh gaul, fungky dan asik punya, tapi kan ketemu konstituen pakai peci dan sarung juga. Gerindra rugi di sini," ujarnya.
Namun Pangi menyebut posisi Sandiaga sangat menguntungkan Prabowo dari segi logistik. Terlebih, jika ada kemungkinan munculnya poros ketiga yang diproyeksikan bakal menghabiskan dana untuk saksi.
"Karena kita tahu, Pak Sandi ini kantongnya Prabowo. Sementara Pak Jokowi bisa jadi Pak Mahfud jadi kantongnya," kata Pangi.
Hingga kini partai yang menyatakan dukungan terhadap Jokowi adalah PDIP, Golkar, NasDem, PPP, Hanura dan PKB. Kemudian partai nonparlemen adalah Periondo, PSI dan PKPI.
Sementara partai yang saat ini kerap menjalin koalisi dengan Gerindra adalah PKS, PAN, dan Demokrat. (pmg)
Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai terpilihnya Sandiaga sebagai cawapres akan menimbulkan kesan bahwa kubu Prabowo meninggalkan amanat ijtimak ulama.
"Prabowo meninggalkan ulama dan umat. Itu berat. Pada saat yang sama Pak Jokowi merangkul ulama," kata Pangi di Jakarta, Kamis (9/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Jokowi, Prabowo dan Politik Lucu-lucuan 2019 |
Pangi menilai sosok Mahfud MD yang kerap disebut menjadi cawapres Jokowi, masih merepresentasikan kepentingan kelompok kanan atau agamawan. Hal ini berbeda jauh dengan sosok Sandiaga.
"Sandi kurang bisa mengakomodasi kepentingan kanan. Dia boleh gaul, fungky dan asik punya, tapi kan ketemu konstituen pakai peci dan sarung juga. Gerindra rugi di sini," ujarnya.
"Karena kita tahu, Pak Sandi ini kantongnya Prabowo. Sementara Pak Jokowi bisa jadi Pak Mahfud jadi kantongnya," kata Pangi.
Hingga kini partai yang menyatakan dukungan terhadap Jokowi adalah PDIP, Golkar, NasDem, PPP, Hanura dan PKB. Kemudian partai nonparlemen adalah Periondo, PSI dan PKPI.
Sementara partai yang saat ini kerap menjalin koalisi dengan Gerindra adalah PKS, PAN, dan Demokrat. (pmg)