Golkar Tegaskan Ma'ruf Amin Tidak Bebani Partai Koalisi
Joko Panji Sasongko | CNN Indonesia
Jumat, 10 Agu 2018 05:30 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Golkar menyatakan tidak terbebani dengan keputusan Joko Widodo yang memilih Ketua MUI Maruf Amin sebagai calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2019.
Ketum Golkar Airlangga Hartarto mengatakan partainya menghormati keputusan Jokowi tersebut.
"Keputusan ini tentu tidak membebani partai (Golkar)," ujar Airlangga usai hadir dalam pertemuan antara Jokowi dengan para ketum parpol koalisi di Restoran Plataran, Jakarta, Kamis (9/8).
Airlangga membantah keputusan Jokowi merupakan dampak dari tekanan yang dilakukan oleh PKB.
Beberapa hari sebelum keputusan, PBNU mendesak Jokowi memilih Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Ma'ruf Amin yang juga menjabat sebagai Rais Amm PBNU sebagai cawapres.
Airlangga hanya mengatakan keputusan Jokowi merupakan keputusan yang dihasilkan melalui kesepakatan bersama mitra koalisi.
"Tidak (ada tekanan dari PKB)," ujarnya.
Lebih lanjut, Airlangga tidak mengelak Ma'ruf sudah sejak lama masuk dalam radar cawapres untuk Jokowi. Namun, peluang Ma'ruf sempat turun karena dinamika politik jelang pendaftaran.
"Tentunya adanya kesepakatan itu sifatnya dinamis. Dan tadi Ketum parpol dan Pak Presiden sudah memutuskan dan kami tinggal menerima saja," ujar Airlangga.
(ugo)
Ketum Golkar Airlangga Hartarto mengatakan partainya menghormati keputusan Jokowi tersebut.
"Keputusan ini tentu tidak membebani partai (Golkar)," ujar Airlangga usai hadir dalam pertemuan antara Jokowi dengan para ketum parpol koalisi di Restoran Plataran, Jakarta, Kamis (9/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Airlangga hanya mengatakan keputusan Jokowi merupakan keputusan yang dihasilkan melalui kesepakatan bersama mitra koalisi.
Lebih lanjut, Airlangga tidak mengelak Ma'ruf sudah sejak lama masuk dalam radar cawapres untuk Jokowi. Namun, peluang Ma'ruf sempat turun karena dinamika politik jelang pendaftaran.
"Tentunya adanya kesepakatan itu sifatnya dinamis. Dan tadi Ketum parpol dan Pak Presiden sudah memutuskan dan kami tinggal menerima saja," ujar Airlangga.