Polisi Minta Andi Arief Tunjukkan Kedewasaan dalam Politik

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Jumat, 10/08/2018 04:30 WIB
Polisi Minta Andi Arief Tunjukkan Kedewasaan dalam Politik Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief (Foto: CNN Indonesia/Feri Agus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen M Iqbal merespons wacana akan dituntutnya cuitan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief pada Rabu (8/8) petang. Dalam cuitan itu, Andi menuding bahwa PAN dan PKS mendapat masing-masing mahar Rp500 miliar dari Sandiaga Uno.

"Yang jelas kepolisian terbuka ada laporan keluhan apapun yang diharapkan masyarakat kepada kami karena kami adalah pelindung dan pengayom masyarakat juga penegakan hukum di situ kami akan ada SOP-nya," ujar Iqbal di kantornya pada Kamis (9/8).

Jika terlihat ada bukti-bukti perbuatan melawan hukum maka akan ada proses penegakan hukum sebagai upaya terakhir. Namun hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan itu.
Lebih lanjut Iqbal menilai bahwa setiap kader partai harusnya dewasa dalam berpolitik. Kata dia, jangan sampai omongan para elit politik memantik perpecahan di masyarakat.


"Polri menghimbau agar menyampaikan pesan-pesan positif terutama kepada tim-tim kemenangan... Tunjukkan bahwa negara Republik Indonesia (punya) kedewasaan dalam berpolitik," ujarnya.

Sebelumnya, Andi telah menyebut Ketum Gerindra Prabowo Subianto sebagai Jenderal Kardus karena mudah merubah pandangan setelah bernegosiasi terkait logistik Pilpres dengan Sandiaga Uno. Sandi disebut memberikan mahar Rp500 miliar untuk PAN dan PKS untuk memenuhi ambisinya menjadi cawapres Prabowo.

Ketua DPP PAN Yandri Susanto meminta Andi mencabut perkataannya tersebut jika tak ingin dituntut. Namun Andi justru mengatakan bahwa dia punya data akurat dan tak pernah membuat isu isapan jempol selama karier politiknya. (age/age)