Desain Kemeja 'Bersih, Kerja, Nyata' Disebut Ide Jokowi

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Jumat, 10/08/2018 20:11 WIB
Desain Kemeja 'Bersih, Kerja, Nyata' Disebut Ide Jokowi Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sebelum mendaftarkan diri ke KPU. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menggunakan kemeja dengan desain sederhana tetapi unik saat mendaftar bersama dengan Ma'ruf Amin, sebagai calon presiden-calon wakil presiden ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) hari ini. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengklaim desain kemeja putih bertuliskan BERSIH, MERAKYAT, KERJA NYATA itu memang ide dari Jokowi, sapaan Joko Widodo.

"Ya memang sepenuhnya dari Presiden. Jadi Presiden minta misalnya beberapa alternatif dibuatkan ini itu, tapi gagasannya seribu persen dari Presiden," kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (10/8).

Penampilan Jokowi di Gedung Joang sebelum mendaftarkan diri Komisi Pemilihan Umum (KPU) memang menarik perhatian. Presiden mengenakan kemeja putih bertuliskan BERSIH, MERAKYAT, KERJA NYATA.



Kemeja ini merupakan pakaian baru yang tak pernah dikenakan Jokowi sebelumnya. Selain tulisan, kemeja itu juga dihiasi siluet Jokowi yang sedang melipat lengan kemejanya.

Pramono mengatakan meski bakal calon wakil presiden Ma'ruf Amin tadi pagi hanya mengenakan kemeja dan jas putih, tetapi ia tetap menggunakan pin dengan gambar yang sama.

Mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan ini menyatakan Jokowi menyiapkan kemeja seperti itu dengan tiga motif berbeda dan akan dipakai saat momen berbeda pula.

"Ada yang putih sablon (gambar) hitam, ada yang putih sablonnya merah, ada yang putih sablonnya warna-warni tapi tulisannya kurang lebih sama," ucapnya.


Kemeja, kata Pramono, disebut menjadi keinginan Jokowi sendiri karena sekarang merupakan era milenial. Sementara itu, kata-kata di kemeja itu menjadi simbol hal yang akan dikerjakan.

"Kata kerja dijadikan dasar dari apa yang beliau harapkan, merealisasikan tentang konsep kata kerja itu sendiri," tutur mantan Wakil Ketua DPR ini. (ayp)