"Kami tidak ingin 'dimanfaatkan', berdarah-darah mengurusi Pilpres tapi tidak mengurusi diri kami sendiri di Pileg," kata Abdullah saat dihubungi, Senin (14/8).
Pemungutan suara untuk Pilpres 2019 akan digelar serentak dengan pemilihan anggota DDPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, DPR, DPD, dan capres-cawapres.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abdullah pun pesimis partainya akan mendapat efek bila ikut mensosialisasikan salah satu paslon capres-cawapres. Dia berasumsi demikian lantaran KPU tidak akan mencantumkan lambang partai baru di surat suara capres-cawapres.
Menurutnya, Partai Garuda memang ingin fokus di Pileg saja. Dia menilai syarat lolos parlemen dengan minimal meraih 4 persen suara nasional merupakan batu yang cukup sulit diloncati. Terlebih, pemilihan suara akan dilakukan secara serentak antara pileg dan pilpres.
"Pemilu 2019 ini paling rumit dalam sejarah pemilu. Kita bulat fokus ke diri sendiri. Kecuali kalau kita ada di parlemen," ujar dia.
Menurutnya, hal itu jauh lebih konkret dan mendapat keuntungan yang lebih besar bagi partai daripada mendukung capres-cawapres kader partai lain.
"Ini komitmen partai. Memunculkan tokoh baru yang masih fresh, yang masih belum punya dosa dalam berpolitik," ujar Abdullah (wis)