Abstain di Pilpres, Garuda Fokus Dulang Suara di Pileg 2019

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Selasa, 14/08/2018 01:56 WIB
Abstain di Pilpres, Garuda Fokus Dulang Suara di Pileg 2019 Partai Garuda abstain di Pilpres 2019 dan memilih fokus merebut suara di Pileg 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal Partai Garuda Abdullah Mansyuri menyatakan partainya tidak memberi dukungan kepada salah satu capres-cawapres lantaran berpotensi tidak mendapat keuntungan konkret.

"Kami tidak ingin 'dimanfaatkan', berdarah-darah mengurusi Pilpres tapi tidak mengurusi diri kami sendiri di Pileg," kata Abdullah saat dihubungi, Senin (14/8).

Pemungutan suara untuk Pilpres 2019 akan digelar serentak dengan pemilihan anggota DDPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, DPR, DPD, dan capres-cawapres.


Dikatakan Abdullah bahwa mendukung salah satu paslon akan membebani partai karena harus mensosialisasikan paslon tersebut. Padahal, ujar dia, partai juga mesti mensosialisasikan kadernya yang menjadi caleg DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, serta DPR di waktu yang sama.

Abdullah pun pesimis partainya akan mendapat efek bila ikut mensosialisasikan salah satu paslon capres-cawapres. Dia berasumsi demikian lantaran KPU tidak akan mencantumkan lambang partai baru di surat suara capres-cawapres.

"Kecuali kalau logo kami ada di surat suara, mungkin akan ada pertimbangan berbeda. Sekarang, kami fokus kepada diri kami sendiri," ucap Abdullah.

Abdullah mengatakan bahwa keputusan untuk abstain di Pilpres 2019 sudah diambil jauh hari sebelum Joko widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendaftar ke KPU. Dia menampik ada penjajakan koalisi yang gagal.

Menurutnya, Partai Garuda memang ingin fokus di Pileg saja. Dia menilai syarat lolos parlemen dengan minimal meraih 4 persen suara nasional merupakan batu yang cukup sulit diloncati. Terlebih, pemilihan suara akan dilakukan secara serentak antara pileg dan pilpres.

"Pemilu 2019 ini paling rumit dalam sejarah pemilu. Kita bulat fokus ke diri sendiri. Kecuali kalau kita ada di parlemen," ujar dia.

Abdullah mengatakan sikap partainya akan berbeda apabila presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden hanya 0 persen suara. Abdullah menyatakan partainya bakal mempertimbangkan untuk mengusung kader sendiri.

Menurutnya, hal itu jauh lebih konkret dan mendapat keuntungan yang lebih besar bagi partai daripada mendukung capres-cawapres kader partai lain.

"Ini komitmen partai. Memunculkan tokoh baru yang masih fresh, yang masih belum punya dosa dalam berpolitik," ujar Abdullah (wis/wis)