Aisyah yang mengaku utusan Ratu Kidul itu mendirikan kerajaan yang diberi nama kerajaan ubur-ubur yang berpusat di kediaman mereka di Sayabulu Tower, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang.
Salah satu ajaran yang dianggap menyimpang adalah mengakui Nabi Muhammad berjenis kelamin wanita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengikutnya berjumlah delapan orang. Memang pengikutnya bukan orang Serang. Tapi orang Jawa Timur, Jawa Tengah," kata Surya Miharda, ketua RT setempat, Selasa (14/8).
"Saya mendapatkan keluhan dari warga sini, terkait adanya aktivitas keagamaan dari sekelompok orang," katanya.
Sementara itu, warga mengatakan Rudi dan Aisyah bersama pengikutnya tidak pernah bersosialisasi dan salat berjamaah.
"Enggak nyambung diajak ngobrolnya. Baru dua tahun di sini, orang Sumedang kalau enggak salah. Setiap malam Jumat kumpul banyak orang," kata Sarbini, seorang warga.
Setiap hari, kata Sarbini, Rudi bersama pengikutnya berkumpul hingga pukul 04.00 subuh.
Namun, sebagian warga mengenal Rudi dan Aisyah sebagai paranormal.
"Itu yang punya rumah juga kalau ditanya kenapa enggak pernah ke musola, jawabannya enggak melihat (tuna netra), padahal banyak orang tuna netra yang salat," ujarnya.
Kerajaan tersebut juga memiliki struktur organisasi. Dalam sebuah papan terlihat bagan kerajaan ubur-ubur.
Dalam bagan itu tertulis berbagai jabatan, mulai dari Ketua penerima tamu kerajaan, Ketua Keluarga Kerajaan, Ketua pengembangan program kerajaan urusan ritual.
Kemudian, Ketua pemberitaan dunia tentang hasil ritual, seksi keamanan, penasihat/sesepuh, urusan ide kreatif untuk kerajaan, seksi konsumsi/anggaran serta urusan pertamanan.
Saat ini rumah yang dijadikan kerajaan itu masih dijaga pihak kepolisian bersama TNI.