Hal itu ia katakan merespons cerita Mahfud yang gagal menjadi cawapres Jokowi dalam acara ILC TV One pada Selasa (14/8) malam.
"Mungkin Pak Mahfud masih emosi, walaupun dia katakan legowo, tapi kan nendang ke sana ke mari. Emosi itu masih ada," ujar Lukman saat ditemui di Posko Pemenangan Jokowi-Maruf, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/8).
Lukman mengatakan, pada acara tersebut Mahfud baru cerita sebagian dari keseluruhan kisah yang ia ketahui di balik kegagalannya sebagai cawapres.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tunggulah minggu-minggu ke depan, saya kira suasana akan berbeda. Ketika semua sudah berjalan baik pasti nanti akan adem," ujarnya.
Selain itu, Lukman juga tak sependapat dengan pernyataan Mahfud yang menuduh Ma'ruf Amin sebagai dalang di balik sikap PBNU yang menolak mendukung Jokowi jika bukan kader NU yang dipilih sebagai cawapres.
Ia mengatakan bahwa PBNU hanya menjalankan politik kebangsaan yang sifatnya 'high politics' ketimbang mengurus politik praktis semata karena bukan berstatus sebagai parpol.
"Saya tidak menduga-duga ya seperti apa sebenarnya perbincangan tokoh-tokoh NU itu di PBNU. Tapi menurut saya semuanya konstruktif. Karena enggak mungkin lah PBNU sampai membahas politik, NU kan high politics, PBNU kan sadar juga positioning-nya bukan parpol," ujarnya. (osc/gil)