Arief Sulistyanto, Pakar SDM di Pucuk Bareskrim
Dika Dania Kardi | CNN Indonesia
Jumat, 17 Agu 2018 16:18 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Irjen Pol Arief Sulistyanto telah dilantik sebagai Kepala Bareskrim menggantikan Komjen Pol Ari Dono Sukmanto yang diangkat jadi Wakapolri hari ini.
Serah terima jabatan pun telah dilakukan di Mabes Polri, Jumat (17/8).
Sebelum berada di pucuk kepemimpinan reserse, Arief adalah Asisten Kapolri untuk Sumber Daya Manusia (SDM). Sebelum menjadi pejabat untuk SDM tersebut, ARief adalah Staf Ahli Manajemen Kapolri. Ia mengisi jabatan tersebut pada 2016 silam menggantikan Ari Dono yang diangkat jadi Kabareskrim.
Arief yang lahir di Nganjuk pada 1965 silam itu merupakan lulusan Akademi Kepolisian pada 1987 silam. Dalam perjalanan kariernya ia tercatat pernah menjabat sebagai Kapolda Kalbar pada 2014 hingga ditarik ke Mabes menggantikan Ari pada 2016 silam.
Pada awal kariernya hingga pertengahan silam, Arief kenyang bertugas sebagai reserse di lingkungan Polda Jatim.
Di tengah jabatannya sebagai As SDM Kapolri, Arief sempat meluncurkan buku dengan judul Arief Effect (Setahun Revolusi Senyap di Dapur Polri). Untuk buku yang diluncurkan pada 24 Maret 2018, Arief menggandeng wartawan senior Farouk Arnaz sebagai penulis. Buku setebal 181 halaman ini berisi sekumpulan cerita Arief yang berupaya memperbaiki sistem SDM di tubuh Polri.
Dalam sambutan kala meluncurkan bukunya, Arief menganalogikan kebobrokan kondisi di internal Polri sebagai kendaraan yang kondisinya buruk. Dia pun menganalogikan dirinya sebagai sang montir.
(dal)
Serah terima jabatan pun telah dilakukan di Mabes Polri, Jumat (17/8).
Sebelum berada di pucuk kepemimpinan reserse, Arief adalah Asisten Kapolri untuk Sumber Daya Manusia (SDM). Sebelum menjadi pejabat untuk SDM tersebut, ARief adalah Staf Ahli Manajemen Kapolri. Ia mengisi jabatan tersebut pada 2016 silam menggantikan Ari Dono yang diangkat jadi Kabareskrim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada awal kariernya hingga pertengahan silam, Arief kenyang bertugas sebagai reserse di lingkungan Polda Jatim.
Dalam sambutan kala meluncurkan bukunya, Arief menganalogikan kebobrokan kondisi di internal Polri sebagai kendaraan yang kondisinya buruk. Dia pun menganalogikan dirinya sebagai sang montir.