Anies Klaim Baru Tahu Gelaran DWP Pindah ke Bali

Dhio Faiz, CNN Indonesia | Minggu, 19/08/2018 13:56 WIB
Anies Klaim Baru Tahu Gelaran DWP Pindah ke Bali Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membantah melakukan lobi agar perhelatan DWP pindah dari Jakarta. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membantah melakukan lobi agar festival musik Djakarta Warehouse Project (DWP) pindah dari Jakarta.

"Enggak, tanya ke penyelenggara dong," kata Anies saat ditemui di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (19/8).

Anies malah mengaku baru tahu festival musik elektronik itu tak lagi diselenggarakan di ibu kota.

Namun, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu enggan berkomentar lebih jauh terkait kepindahan DWP.


"Oh iya? Ke Bali ya? Tanya ke penyelenggaranya dong, jangan ke saya," tutur Anies.

Sebelumnya, lewat akun media sosial, Ismaya Live mengumumkan gelaran kesepuluh DWP tidak diadakan di Jakarta.

Acara bertajuk DWP X itu rencananya digelar di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Culture Park, Bali. Namun, belum ada konfirmasi dari penyelenggara terkait kepindahan DWP.

Front Pembela Islam (FPI) mengapresiasi Anies atas kepindahan DWP. Menurut mereka, Anies berhasil mencegah Jakarta dari kemaksiatan.

"Karena memang beliau pilihan kami yang kami harapkan untuk bisa melawan kemungkaran di Jakarta ini dengan kebijakannya agar Jakarta tak tenggelam dengan industri kemaksiatan," kata Anggota Senior LDF FPI Novel Bamukmin saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (19/8).


Seperti diketahui, tahun lalu terjadi gejolak penolakan atas DWP di Jakarta. Sejumlah ormas Islam, yakni Bang Japar, Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pembela Islam (LPI), PWB, Formasi, IKBMK, Lakri, Garda FBR, Gemais Betawi, dan Majlis Ta'lim Kemayoran dengan keras menolak DWP 2017.

Bahkan mereka sempat menggelar unjuk rasa saat DWP 2017 berlangsung di JI Expo, Kemayoran, Jakarta Utara.

Anies juga sempat mewanti-wanti gelaran tersebut. DWP dibolehkan berlangsung asal tidak ada peredaran minuman keras.

Namun, minuman keras masih beredar saat acara berlangsung selama tiga hari.


(bir)