"Makanya jangan umara [pemerintah] kita, pemimpin kita, gampang kita kata-katain, karena sudah pusing mikirin nasib masyarakat," tutur dia, saat memberikan ceramah di Masjid Jami Nurul Islam, Koja, Jakarta Pusat, Minggu (19/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini tugas umara menyelesaikan supaya yang kaya tidak makin kaya, yang miskin makin melarat," dia menambahkan.
Presiden Joko Widodo memberikan salam saat Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR 2018 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A) |
Ia mencontohkannya dengan sosok mendiang Gus Dur. Pemimpin yang mulia, ucapnya, akan berjuang untuk rakyat dan akan dicintai rakyat.
Dia melanjutkan, "Kita doakan agar beliau-beliau, siapapun yang jadi pemimpin negara ini, bisa dapat petunjuk Allah. Sehingga bisa mencari solusi agar masyarakat lebih sejahtera."
Di antaranya, memberikan jaminan perlindungan sosial melalui stabilitas harga bahan pokok; penyaluran bantuan sosial (bansos), misalnya berupa bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 10 juta keluarga.
Selain itu, pemerintah juga telah mereformasi sistem bantuan pangan menjadi program bantuan nontunai dan meningkatkan cakupannya menjadi 15,6 juta penerima manfaat.
Diketahui, rasio gini merupakan ukuran ketimpangan ekonomi dengan skala 0-1. Semakin mendekati 1, ketimpangan antara si kaya dan si miskin semakin lebar, dan sebaliknya.
(arh)
Presiden Joko Widodo memberikan salam saat Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR 2018 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8). (