Warga Terdampak Gempa Lombok Masih Butuh Terpal dan Selimut

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Minggu, 26/08/2018 03:25 WIB
Warga Terdampak Gempa Lombok Masih Butuh Terpal dan Selimut Pengungsi di atas bukit Kecina bertahan di dalam perkemahan pengungsian darurat pascagempa besar yang melanda pulau Lombok, 7 Agustus 2018. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warga terdampak gempa bumi 6,9 Skala Richter (SR) di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, sampai sekarang tetap mengharapkan adanya bantuan terpal dan selimut untuk beristirahat pada malam hari.

Berdasarkan data relawan LSM Garda Cakra Indonesia (GCI) menyebutkan kebutuhan yang diminta para pengungsi masih pada terpal dan selimut.

Seperti Desa Tamansari, Kecamatan Gunung Dari, Lombok barat: terpal dan selimut, Desa Mekar Bersatu, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah: terpal dan selimut, Dusun Kebun Belek Desa Bujak Kec Batukliang butuh beras, terpal/tenda, selimut, obat-obatan.



Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara, butuh terpal, selimut dan sandang-pangan, Desa Teratak Kecamatan Batukliang Utara, butuh: terpal dan selimut, serta Desa Aik Berik Barat Kec. Batukliang Utara, butuh terpal dan selimut.

"Itu data sementara dari organisasi kami dan masih dicari lokasi lainnya," kata Ketua Umum LSM Garda Cakra Indonesia, Sonny Yudhawan seperti dikutip dari Antara, Sabtu (25/8).

Sementara itu, Munawir Haris, warga Dusun Labuan Pandan, Lombok Timur yang rumahnya sekitar 5 kilometer dari pusat gempa 6,9 SR pada Minggu (19/8) memohon ada donatur yang membantu karena pengungsi di daerahnya sudah kritis tempat tinggal.

"Sampai sekarang belum ada juga bantuan terpal. Saat ini kami tengah butuh terpal," katanya.

Sementara itu, pada MInggu (26/8) dini hari gempa dengan skala 5,5 SR terdeteksi mengguncang wilayah Lombok. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofoisika (BMKG) dalam situs resminya mengumumkan gempa tersebut Gempa tak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

Gempa tersebut terjadi sekitar pukul 01.33 WIB dengan episentrum berada pada 41 kilometer Timur Laut dari Lombok Timur. Titik gempa itu berada di kedalaman 11km. Belum ada laporan soal dampak dari gempa tersebut.



Bantuan Kemensos dan Rotasi Guru Pulihkan Trauma

Sementara itu, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita pada Sabtu (25/8) malam menyatakan kementeriannya telah menyalurkan bantuan sosial tanggap darurat untuk korban gempa bumi di Pulau Lombok dan Sumbawa senilai Rp1,25 triliun.

Agus yang tengah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lombok Barat itu menyebutkan bansos triliunam rupiah tersebut terdiri atas bantuan logistik, santunan ahli waris, uang duka untuk relawan yang gugur dalam penangganan korban bencana gempa. Selain itu, santunan paket kebutuhan pokok beras reguler, peralatan dapur keluarga, bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan nontunai.

"Seluruh upaya tersebut merupakan perwujudan hadirnya negara dalam memberikan perlindungan dan jaminan sosial kepada rakyat yang tertimpa bencana," kata Agus yang dilantik sebagai Menteri Sosial oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat (24/8), menggantikan Idrus Marham.

Ia mengatajan sejak gempa mengguncang NTB pada 29 Juli, pihaknya telah melakukan langkah-langkah tanggap darurat meliputi pemenuhan kebutuhan dasar yang terdiri atas pemenuhan tempat tinggal sementara, pemenuhan kebutuhan pangan.

Selain itu, pengerahan tim penanganan terpadu untuk proses pendampingan dan verifikasi data sampai masa tanggap darurat berakhir, serta penyerahan santunan bagi ahli waris korban meninggal.

Dalam memenuhi kebutuhan tempat tinggal sementara, lanjut Agus, telah terdistribusi sebanyak 1.519 tenda gulung, tenda keluarga, dan tenda serbaguna. Sementara untuk tambahan bantuan penyediaan shelter, Kemensos mengaktifkan klaster nasional pengungsian.

Untuk pemenuhan kebutuhan makanan pemerintah provinsi dapat mengeluarkan cadangan beras pemerintah hingga 200 ton dan tiap kabupaten dapat mengeluarkan 100 ton dari gudang Perum Badan Urusan Logistik.

"Kemensos juga menyalurkan sembako berupa beras dan lauk pauk sebanyak 21.000 paket dan 1.000 paket peralatan dapur keluarga," ujarnya.


Dalam masa tanggap darurat yang berakhir 25 Agustus, kata dia, pemerintah secara bertahap menyalurkan santunan ahli waris korban meninggal untuk 563 orang dengan nilai total Rp8,34 miliar.

Selain korban jiwa, Data Dinas Sosial NTB dan Posko Induk hingga 25 Agustus, tercatat sebanyak 1.116 orang mengalami luka berat/rawat inap, 71.937 rumah rusak dan 417.529 jiwa mengungsi.

"Mereka yang berada di pengungsian diberikan layanan pemulihan sosial, meliputi layanan dukungan psikososial, perlindungan sosial berkelanjutan, dan pengerahan taruna siaga bencana serta pendamping PKH," ucap Agus.

Warga Terdampak Gempa Lombok Masih Butuh Terpal dan SelimutWarga memindahkan poster Presiden Joko Widodo dari bangunan SDN 2 Kekait yang rusak akibat gempa di Gunungsari, Lombok Barat, NTB, 12 Agustus2018. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Sementara itu, di tempat terpisah, Menteri Pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi menyatakan kementeriannya melakukan rotasi terhadap guru-guru di wilayah terdampak bencana gempa bumi di Lombok guna memulihkan trauma mereka.

"Untuk memulihkan trauma (trauma healing) ini tidak hanya pada anak-anak yang menjadi korban bencana, tetapi juga guru-guru," kata Muhadjir Effendi usai menghadiri wisuda sarjana di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Malang, Jawa Timur, Sabtu (25/8).

Untuk guru-guru, katanya, Kemendikbud melakukan rotasi. Guru-guru yang mengajar di lokasi tidak terdampak gempa bumi diperbantukan ke lokasi gempa, demikian sebaliknya, guru-guru di lokasi yang terdampak gempa bumi dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Hanya saja, lanjutnya, rotasi guru tersebut tiak berlangsung lama, hanya sementara hingga traumanya hilang. Selain itu, rotasi itu hanya akan dilakukan di lingkup sekolah yang ada di wilayah NTB.

"[Selanjutnya] Kami akan lihat dulu, kalau ternyata ada guru yang masih trauma akan kita alihkan. Sementara cukup guru-guru yang ada di NTB saja," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Muhadjir juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk guru-guru dari luar NTB yang secara spontan langsung mengambil tindakan untuk membantu sekolah terdampak gempa di Lombok. Rata-rata para guru yang berduyun-duyun datang ke NTB memberi motivasi dan menyalurkan bantuan.

"Mereka spontan saja datang ikut membantu. Memang belum sempat kami koordinasikan," ucapnya.

Menyinggung sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa tersebut, Muhadjir mengatakan ada 553 gedung. Jumlah tersebut terdiri dari bangunan Sekolah Dasar (SD) hingga SMA/SMK.

(Antara/kid)