Keluhan ini terutama diungkapan oleh warga yang mengungsi ke sekitar daerah perbukitan.
"Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, bantuan itu ada masuk ke desa, disaksikan juga sama Pak Bupati Lombok Barat, itu dua pekan yang lalu, sejak gempa 7 SR, tapi sampai sekarang belum juga sampai ke kita," kata Bahrain Arhap Hidayat yang mengungsi ke lereng perbukitan dekat kawasan Senggigi, Kabupaten Lombok barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain warga yang berada di daerah pedalaman, keluhan serupa juga disampaikan oleh warga yang berada di pesisir pantai Timur Laut Pulau Lombok. Munawir Haris, salah seorang warga yang berada dekat episentrum gempa mengaku belum merasakan peran pemerintah sejak gempa pertama pada aakhir Juli lalu.
Munawir mengaku kecewa dengan kabar yang menyatakan bahwa pemerintah telah bekerja dan menyalurkan bantuan hingga ke pelosok daerah yang sulit terjangkau dengan kendaraan besar. Padahal, daerah tempatnya bermukim berada di antara jalur utama provinsi sehingga mudah dilalui kendaraan.
Keluhan serupa juga diungkapkan oleh seorang relawan di Dusun Ceking, Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Utara. Sejak gempa akhir Juli hingga pertengahan Agustus lalu, ia mengaku di daerahanya belum mendapatkan bantuan dan penanganan dari pemerintah.
"Apalagi pascagempa Minggu (19/8) kemarin, semakin banyak yang roboh. Belum ada bantuan, parah," ucapnya.
Untuk itu, warga meminta pemerintah kembali memantau bantuan yang telah disalurkan ke desa dengan mengandalkan peran dan fungsi tiga pilar, kades, babinsa, dan bhabinkamtibmas yang dirasa belum maksimal. (evn)