Korban Gempa Lombok Keluhkan Bantuan Tertimbun

Antara, CNN Indonesia | Sabtu, 25/08/2018 09:04 WIB
Korban Gempa Lombok Keluhkan Bantuan Tertimbun Pengungsi korban gempa Lombok. (Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warga korban gempa Lombok mengeluhkan bantuan logistik yang banyak tertimbun di pemerintahan daerah perwakilan desa.

Keluhan ini terutama diungkapan oleh warga yang mengungsi ke sekitar daerah perbukitan.

"Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, bantuan itu ada masuk ke desa, disaksikan juga sama Pak Bupati Lombok Barat, itu dua pekan yang lalu, sejak gempa 7 SR, tapi sampai sekarang belum juga sampai ke kita," kata Bahrain Arhap Hidayat yang mengungsi ke lereng perbukitan dekat kawasan Senggigi, Kabupaten Lombok barat.


Kekhawatiran tersebut ditambah dengan kondisi musim tanam yang mulai memasuki masa paceklik.

Hal senada juga dikeluhkan Nursa'ad, warga yang membuka jasa penginapan untuk pendaki Gunung Rinjani juga mengeluhkan hal serua. Selain mengaku melihat bantuan menumpuk, ia juga mengomentari penyaluran bantuan yang tidak merata.

"Sebenarnya bantuan itu ada, tapi yang kita terima cuma tiga mi instan dan dua gelas beras, itu pun dapat dua pekan yang lalu," ungkapnya kepada Antara.

Selain warga yang berada di daerah pedalaman, keluhan serupa juga disampaikan oleh warga yang berada di pesisir pantai Timur Laut Pulau Lombok. Munawir Haris, salah seorang warga yang berada dekat episentrum gempa mengaku belum merasakan peran pemerintah sejak gempa pertama pada aakhir Juli lalu.

Munawir mengaku kecewa dengan kabar yang menyatakan bahwa pemerintah telah bekerja dan menyalurkan bantuan hingga ke pelosok daerah yang sulit terjangkau dengan kendaraan besar. Padahal, daerah tempatnya bermukim berada di antara jalur utama provinsi sehingga mudah dilalui kendaraan.

"Kita ini seperti anak ayam kehilangan induk, kemana pemerintah. Ini bukan maksud mendiskreditkan pemerintah, tapi memang begitu kondisinya di lapangan," ucap Haris.

Keluhan serupa juga diungkapkan oleh seorang relawan di Dusun Ceking, Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Utara. Sejak gempa akhir Juli hingga pertengahan Agustus lalu, ia mengaku di daerahanya belum mendapatkan bantuan dan penanganan dari pemerintah.

"Apalagi pascagempa Minggu (19/8) kemarin, semakin banyak yang roboh. Belum ada bantuan, parah," ucapnya.

Untuk itu, warga meminta pemerintah kembali memantau bantuan yang telah disalurkan ke desa dengan mengandalkan peran dan fungsi tiga pilar, kades, babinsa, dan bhabinkamtibmas yang dirasa belum maksimal. (evn)