Usulan itu mencuat dalam rapat pembahasan APBD-P 2018 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (28/8).
"Silakan alokasikan saja satu anggota berapa misalnya, tapi penggunaannya harus berdasarkan permintaan warga saat kami melakukan reses," kata Anggota Fraksi Partai Hanura DPRD DKI Jakarta Syarifudin dalam rapat tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syarifudin mengatakan selama ini anggota DPRD DKI Jakarta kesulitan mengabulkan permintaan warga saat reses. Oleh karena itu, dia ingin anggaran pokir itu diaktifkan lagi agar bisa mendengarkan aspirasi warga di dapil.
Di rapat itu, Anggota Komisi B DPRD DKI Subandi dari Fraksi Partai Nasdem juga mengeluhkan hal serupa. Subandi mengaku sempat kesulitan membantu warga. Saat reses ia diminta membantu pemakaman warga yang kurang mampu.
"Bapak Ibu harus sadar, kita semua bakal mati. Nanti yang mandiin siapa? Bukan anak istri, apalagi kalau jenazah bau. Yang rela mengurus ya pemandi jenazah. Tolong dimasukkan ke rancangan anggaran," ucap Subandi.
Namun saat ini Ahok tak lagi menjabat DKI 1. Ahok mendekam di Rutan Mako Brimob Depok usai PN Jakarta Utara memutusnya bersalah dalam kasus penodaan agama 2017 lalu.
Kini Anies Baswedan yang mengisi kursi Gubernur DKI usai terpilih pada Pilgub DKI 2017 lalu. (osc/asa)