Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, para pelajar Afghanistan itu akan dibagi ke dua tempat yakni pesantren Darul Ulum di Lido, Bogor, Jawa Barat dan pesantren Tazakka di Batang, Jawa Tengah.
Mereka diharapkan bisa belajar kehidupan tentang Islam di Indonesia yang moderat dan disebut penuh kedamaian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut JK, Indonesia yang dikenal sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia memiliki banyak kesamaan dengan Afghanistan.
JK sendiri mengaku prihatin karena Afghanistan belakangan justru berkonflik dengan sesama rakyatnya sendiri. Ia berharap kemakmuran Afghanistan dapat dicapai generasi mudanya melalui program yang dijalankan pemerintah Indonesia dengan Afghanistan ini.
"Itu harapan saya mudah-mudahan kalian dapat bertemu dengan teman-teman kalian, belajar dengan baik," ucap JK.
Sementara itu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif Ma'ruf Amin mengaku antusias dengan program yang dijalankan pemerintah.
Ma'ruf mengatakan dalam program tersebut para pelajar dari Afghanistan dapat mempelajari ilmu agama yang selama ini diterapkan di Indonesia.
Menurutnya, karakteristik masyarakat Indonesia selama ini dikenal ramah dan moderat dengan latar belakang yang majemuk, baik dari suku, etnis, maupun agama. Ia berharap sikap ini dapat menjadi contoh bagi para pelajar Afghanistan.
"Kita ingin kepada mereka diperlihatkan 'begini lho kehidupan kami di Indonesia', cara kami membangun persaudaraan, ukhuwah, bergaul, apalagi sesama muslim. Walaupun dengan non muslim kami juga bisa rukun dan damai," kaat Ma'ruf. (end)