Padahal menurut Prabowo, kegiatan itu merupakan suatu kebebasan berpendapat di wilayah negara sendiri. Menurut Prabowo, sebelum pengadangan Neno, demokrasi di Indonesia memang sudah terancam.
"Keadaan demokrasi juga terancam, kebebasan berpendapat, kebebasan berhimpun, berserikat. Sekarang ada emak-emak mau deklarasi, diusir. Dia mau datang ke kota di negaranya sendiri, diusir," kata Prabowo saat berpidato dalam bedah buku Prabowo berjudul Paradoks Indonesia di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (1/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu mengatakan demokrasi di Indonesia sudah jauh dari yang dicita-citakan para pendiri bangsa. Keadaan Indonesia sekarang ini, kata Ketua Umum Partai Gerindra tersebut, bukan seperti yang diinginkan para pendiri bangsa.
Pertama, ia diadang di Batam, Kepulauan Riau, sekitar Juli lalu. Kemudian ia juga mengalami pengadangan saat akan deklarasi di Pekanbaru, Riau pada akhir Agustus.
Merespons pengadangan itu, ribuan kaum ibu yang tergabung dalam Barisan Emak-emak (BEM) sempat ingin menggeruduk Istana Kepresidenan pada Rabu (29/8). Namun aksi itu batal karena tak dapat izin dari kepolisian. (osc)