Temui Jokowi, Atlet Medali Emas ke Istana Naik TransJakarta

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Minggu, 02/09/2018 09:59 WIB
Temui Jokowi, Atlet Medali Emas ke Istana Naik TransJakarta Atlet badminton tunggal putra, Jonatan Christie, yang memenangkan medali emas dalam Asian Games 2018. (REUTERS/Cathal Mcnaughton)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo pada Minggu (2/8) pagi akan bertemu dengan seluruh atlet peraih medali dalam Asian Games 2018.

Berdasarkan pantauan, sekitar pukul 09.15 WIB, para atlet mulai berdatangan ke Istana.

Menariknya, para atlet hadir ke Istana menggunakan bus MetroTrans yang selama Asian Games menjadi layanan shuttle di komplek Gelora Bung Karno.


Sekitar enam bus MetroTrans terparkir di halaman parkir Kementerian Sekretariat Negara.

Pemandangan tersebut menarik perhatian sebab beberapa saat sebelum pelepasan kontingen, mereka hadir ke Istan menggunakan bus pariwisata biasa.

Pertemuan ini dilakukan beberapa jam sebelum penutupan Asian Games di Gelora Bung Karno nanti malam yang rencananya dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Presiden Jokowi tak bisa menghadiri langsung sebab kunjungan kerja ke Lombok, Nusa Tenggara Barat pada siang ini.

Sebelumnya, Ketua Kontingen Indonesia Asian Games 2018, Syafruddin menyatakan Presiden Jokowi akan menyerahkan langsung bonus yang dijanjikan kepada para atlet peraih medali sebelum mereka pulang ke daerah masing-masing.

"Kan Bapak Presiden menginginkan bonus bisa secepatnya diserahkan sebelum keringat para atlet kering. Jadi sebelum penutupan Asian Games, sebelum atlet dan pelatih pulang bonus sudah bisa mereka terima," kata Syafruddin.

Percepatan penyerahan bonus para atlet, ucap Syafruddin, merupakan bentuk kesungguhan pemerintah menghargai perjuangan mereka dalam perhelatan Asian Games 2018.

Pemerintah telah memutuskan memberikan bonus uang tunai Rp1,5 miliar, ditambah rumah tipe 36, dan mendapat "kursi" prioritas menjadi pegawai negeri sipil kepada peraih emas.

Hingga kini, Indonesia telah meraih 31 medali emas, 24 perak, dan 43 perunggu.

Jumlah ini merupakan prestasi terbesar sepanjang sejarah Indonesia mengikuti kejuaraan olaharga internasional apapun.

(ard)