FOTO: 'Kota Mati' di Dasar Waduk Jatigede

Safir Makki, CNN Indonesia | Senin, 03/09/2018 16:52 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Waduk Jatigede surut sejak Maret 2018 saat kemarau. Bangunan-bangunan yang berada di dasar waduk itu terlihat, pemandangan di Waduk Jatigede seperti Kota Mati.

Pintu air Bendungan Jatigede yang terletak di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Bendungan ini beroperasi sejak 1 Agustus 2015 yang menenggelamkan 28 desa di wilayah Sumedang dan mengairi 90 ribu hektare lahan pertanian dengan pembangkit listrik mencapai 110 MW. (CNNIndonesia/Safir Makki).
Tampak dari atas waduk Jatigede yang mengering saat kemarau dan terlihat kembali bekas pemukiman warga Desa Cibogo, Desa Cipaku, Desa Jatibungur, Desa Karangpakuan, Desa Leuwihideung, Desa Pakualam, Desa Sukamenak, Desa Sukaratu, Desa Tarunajaya, dan Desa Cikeusi yang direndamkan air waduk saat dibuka 2015. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Pada saat musim hujan atau saat debit air melimpah, air meluap menutupi semua bagian waduk seluas sekitar 5.000 hektare itu. Eks Desa Cipaku dan seluruh bangunan ikut terendam. Namun, saat musim kemarau air menyusut. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Puing-puing bekas rumah warga terlihat kembali saat air waduk Jatigede menyusut. Meski hampir selama tiga tahun tergenang oleh air, rangka bangunan dan tembok rumah penduduk terlihat walau tak utuh semuanya. (CNNIndonesia/Safir Makki).
Waduk Jatigede surut sejak Maret 2018 saat kemarau, pemukiman penduduk yang ditenggelamkan terlihat kembali. Menurut warga sekitar, pesisir air waduk surut sepanjang sekitar 20 meter, sedangkan kedalaman kesurutannya sekira lima meter. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Sisa bangunan SDN Cipaku yang
Tata Suryadi (49) warga Dusun Ancol, Sumedang memanfaatkan berkah kemarau Waduk Jatigede dengan mengumpulkan kayu dari pohon dan ranting yang mengering. Tata bukanlah salah satu warga yang terkena imbas tenggelamnya desa-desa di empat kecamatan. (CNNIndonesia/Safir Makki).
Warga pun memanfaatkan waduk Jatigede ketika surut untuk mencari ikan sebagai tambahan lauk pauk. Ikan mujair, patin dan bandeng banyak dijumpai di waduk ini. (CNNIndonesia/Safir Makki).
Pohon mengering dan ranting yang berserakan dan diselaputi tanah coklat mengering. Pada saat musim hujan atau saat debit air melimpah, air meluap menutupi semua bagian waduk seluas sekitar 5.000 hektare itu. Eks Desa Cipaku dan segenap bangunannya ikut terendam. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Kemarau yang terjadi sejak beberapa bulan ini, tak hanya membuat dasar waduk kering, ikan pun ikut mati mengering bersama retakan tanah. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Di kawasan ini, tampak jelas tembok-tembok bekas bangunan masih berdiri kokoh dan sedikit agar menyeramkan, bahkan tak sedikit barang-barang seperti piring, sepatu, hingga bekas kaleng makanan cepat saji tergeletak di beberapa tempat. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Bekas rumah penduduk dan mengeringnya pepohonan yang ditenggelamkan saat waduk jatigede mengalir 3 tahun lalu terlihat kembali saat kemarau. CNNIndonesia/Safir Makki
Kemarau dan menyusutnya air Waduk Jatigede menjadi berkah bagi penduduk sekitar selain memanfaatkan lahan untuk bercocok tanam, menjala ikan, mencari kayu bakar, juga menjadi destinasi wisata baru bagi masyarakat untuk mengenang kehidupan yang sebelumnya pernah tinggal di sana. (CNNIndonesia/Safir Makki)