Beberapa sekolah dan rumah warga masih berdiri beberapa bagiannya; tanpa penghuni. Di dalam rumah-rumah itu, barang-barang rumah tangga, seperti piring, sepatu, hingga kemasan makanan cepat saji tergeletak di beberapa tempat.
Hal ini memperlihatkan bahwa di daerah ini sebelumnya pernah ada kehidupan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada saat musim hujan atau saat debit air melimpah, air meluap menutupi semua bagian waduk seluas sekitar 5.000 hektare itu. Eks Desa Cipaku dan segenap bangunannya ikut terendam.
Pohon di area Waduk Jatigede yang mengering. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
"Bagus saja, suka. Ini kan jadi mirip kota mati, kalau lagi airnya banyak ya biasa aja kaya danau aja gitu luas, luas banget, kita justru tak tertarik," kata Nurhayati (41), warga Sumedang.
Ia yang datang bersama suaminya dengan menaiki sepeda motor mengaku senang karena bisa berfoto secara gratis dengan latar pemandangan yang cukup langka.
"Gratis, foto-foto selfie juga bagus hasilnya. Kan itu banyak ranting yang tua sama bangunan roboh, jadi enggak kaya di Sumedang pokoknya," aku Nurhayati.
"Botram [makan bersama-sama dari bekal masing-masing] saja, kan bisa mancing ikan di sini, dapat [ikan] langsung bakar, makanya kami bawa bekal banyak ini," kata dia, sembari menunjukan berbagai hidangan yang dia bawa.
Diakui Eva, hampir setiap tahun saat musim kemarau dirinya selalu mengagendakan waktu untuk mengunjungi Waduk Jatigede bersama keluarga. Sebab, Waduk ini memiliki pemandangan terbaiknya saat air menyusut.
Bekas SDN Cipaku terlihat kembali saat Waduk Jatigede mengering, Jumat, 31 Agustus. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Selain untuk menikmati hidup, Eva menyebut liburan ke waduk yang sedang mengering ini membuatnya bisa mengenang kehidupan beberapa rekannya yang dulu tinggal di Desa Cipaku itu.
"Ya pas masih desa juga kan saya sering main ke sini. Bedanya kalau dulu banyak orang sekarang koranya mati saja, tinggal batu sama bekas bangunan," kata dia.
Lihat juga:Tak Lagi Galau Jelang Musim Kemarau |
Selain itu, ada Kecamatan Darmaraja yang terdiri dari Desa Cibogo, Desa Cipaku, Desa Jatibungur, Desa Karangpakuan, Desa Leuwihideung, Desa Pakualam, Desa Sukamenak, Desa Sukaratu, Desa Tarunajaya, dan Desa Cikeusi.
Warga menjala ikan saat Waduk Jatigede mengering, Jumat (31/8). (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Pohon di area Waduk Jatigede yang mengering. (
Bekas SDN Cipaku terlihat kembali saat Waduk Jatigede mengering, Jumat, 31 Agustus. (
Warga menjala ikan saat Waduk Jatigede mengering, Jumat (31/8). (