Melihat fakta tersebut, Partai Demokrat meminta Presiden Joko Widodo untuk melakukan evaluasi kebijakan ekonomi secara menyeluruh. Tak hanya itu, Demokrat juga mendesak Jokowi mengevaluasi posisi Menteri Keuangan Sri Mulyani yang hanya memberikan 'angin surga'.
"Bukan hanya evaluasi terhadap kebijakan, tapi juga evaluasi terhadap pejabat seperti Menteri Keuangan yang kami nilai hanya memberikan angin surga kepada presiden," kata politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean kepada CNNIndonesia.com, Selasa (4/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nilai tukar rupiah semakin terpuruk dan menjadi mata uang yang hampir tak berharga di luar saat ini," tutur Ferdinand.
"Akhirnya utang makin menumpuk tapi sumber pembayaran utang atau pendapatan negara tidak bertumbuh," ujarnya.
Kehabisan Akal
Lebih lanjut, Ferdinand menyebut pemerintah Jokowi sudah kehabisan akal untuk memperbaiki posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang hampir tembus Rp15.000 per dolar AS. Menurutnya, pemerintah terlihat hanya pasrah berserah diri pada nasib.
Tak hanya itu, Ferdinand menuding pemerintah terus menghabiskan cadangan devisa untuk intervensi sembari mengumbar cerita optimisme yang tidak menolong.
"Kami mendesak pemerintah mengambil langkah-langkag evaluasi dan antisipatif untuk menahan laju kebutuhan dolar keluar. Jika tidak, maka tidak lama lagi, bahkan bulan Oktober 1 dolar bisa menembus Rp16 ribu," ujarnya.