Pengguna media sosial yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi dominan memilih Prabowo-Sandi. Ada 45,8 persen yang akan memilih pasangan tersebut. Sementara Jokowi-Maruf hanya memperoleh 39,8 persen.
Di sisi lain, Jokowi-Ma'ruf unggul atas pengguna media sosial yang mengenyam pendidikan SD, SMP, SMA atau sederajat. Misalnya pengguna sosial berpendidikan terakhir SD, Jokowi-Maruf dipilih 75,9 persen responden, kemudian SMP 47,1 persen dan SMA 48,1 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo-Sandi hanya unggul di segmen usia 19 tahun ke bawah, yakni 44,8 persen, sementara Jokowi hanya memperoleh 33,3 persen.
"Jokowi-Ma'ruf unggul di semua segmen kecuali segmen pemilih pemula," kata Denny.
Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Merujuk dari data LSI Denny JA, jika pilpres dilaksanakan saat survei dilakukan, sebanyak 48,3 persen responden pengguna media sosial memilih Jokowi-Ma'ruf. Sementara responden pengguna media sosial yang memilih Prabowo-Sandi sebanyak 39,5 persen. Kemudian pihak yang belum memutuskan berjumlah 12,2 persen.
"Di kalangan pengguna medsos, selisih Jokowi-Ma'ruf dengan Prabowo-Sandi lebih tipis," ucap Denny.
Hasil riset tersebut berbeda cukup jauh dengan hasil survei terhadap masyarakat umum yang menyatakan bahwa Jokowi-Ma'ruf unggul telak atas Prabowo-Sandi. Denny mengatakan hal itu terjadi karena pengguna media sosial cenderung lebih kritis terhadap kekuasaan.
"Tingkat ketidakpuasan (terhadap kinerja Jokowi) pengguna media sosial lebih tinggi dibandingkan bukan pengguna media sosial," ucap Denny.
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Riset LSI Denny JA ini mengambil responden dengan kategori pengguna media sosial yang memiliki salah satu akun dari beberapa platform seperti facebook, twitter dan/atau instagram.
Denny mengatakan survei dilakukan selama 11-19 Agustus 2018. Metode sampling yang digunakan yakni multistage random sampling dengan cara wawancara tatap muka menggunakan kuesioner.
"Margin of error sekitar 2,9 persen," ucap Denny.
Pada Pilpres 2014 silam, Denny JA selaku pendiri LSI menyatakan mendukung pasangan Jokowi-JK.
Denny saat itu mengatakan alasan dirinya mendukung Jokowi karena ideologi, khususnya kesamaan paham kebangsaan terkait keberagaman.
"Dia lah capres yang saya amati memiliki kesungguhan untuk mewujudkan program berkesinambungan tentang indahnya warna-warni Indonesia. Yaitu, Indonesia yang harus tetap hidup dengan aneka keberagaman suku, agama, etnis, dan budayanya," kata Denny JA dalam keterangan pers pada 15 Mei 2014 seperti dikutip dari Antara. (wis/gil)
Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/Hesti Rika)