Survei Medsos: Prabowo Favorit Kalangan Kampus, Jokowi SD-SMA

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Rabu, 05/09/2018 16:43 WIB
Survei Medsos: Prabowo Favorit Kalangan Kampus, Jokowi SD-SMA LSI Denny JA mengungkap pengguna sosial yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi lebih memilih Prabowo, sementara Jokowi unggul di tingkat SD hingga SMA. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis survei hasil pilihan para pengguna media sosial di Pilpres 2019. Dalam survei tersebut pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul di kalangan pengguna medsos yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, sementara Joko Widodo-Ma'ruf Amin menguasai pengguna medsos lulusan SD hingga SMA.

Pengguna media sosial yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi dominan memilih Prabowo-Sandi. Ada 45,8 persen yang akan memilih pasangan tersebut. Sementara Jokowi-Maruf hanya memperoleh 39,8 persen.

Di sisi lain, Jokowi-Ma'ruf unggul atas pengguna media sosial yang mengenyam pendidikan SD, SMP, SMA atau sederajat. Misalnya pengguna sosial berpendidikan terakhir SD, Jokowi-Maruf dipilih 75,9 persen responden, kemudian SMP 47,1 persen dan SMA 48,1 persen.


"Jokowi-Ma'ruf unggul di semua segmen kecuali segmen perguruan tinggi," ucap Denny melalui siaran pers, Rabu (4/8).

Jokowi-Ma'ruf juga unggul dominan jika memilik segmen usia. Pengguna media sosial berusia 20-50 tahun bakal memilih Jokowi-Ma'ruf jika Pilpres dilaksanakan saat survei dilakukan.

Dari hasil survei, pengguna media sosial pemilih Jokowi yang berusia 20-29 tahun sebanyak 48,1 persen, 30-39 tahun 53,5 persen, 40-49 tahun 47,1 persen, 50 tahun ke atas 50 persen.

Prabowo-Sandi hanya unggul di segmen usia 19 tahun ke bawah, yakni 44,8 persen, sementara Jokowi hanya memperoleh 33,3 persen.

"Jokowi-Ma'ruf unggul di semua segmen kecuali segmen pemilih pemula," kata Denny.
Survei Medsos: Prabowo Favorit Kalangan Kampus, Jokowi SD-SMAJoko Widodo dan Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Secara umum, riset dengan responden pengguna sosial (dari berbagai kalangan) memperlihatkan Jokowi-Ma'ruf unggul tipis dari Prabowo-Sandi. 

Merujuk dari data LSI Denny JA, jika pilpres dilaksanakan saat survei dilakukan, sebanyak 48,3 persen responden pengguna media sosial memilih Jokowi-Ma'ruf. Sementara responden pengguna media sosial yang memilih Prabowo-Sandi sebanyak 39,5 persen. Kemudian pihak yang belum memutuskan berjumlah 12,2 persen.

"Di kalangan pengguna medsos, selisih Jokowi-Ma'ruf dengan Prabowo-Sandi lebih tipis," ucap Denny.

Hasil riset tersebut berbeda cukup jauh dengan hasil survei terhadap masyarakat umum yang menyatakan bahwa Jokowi-Ma'ruf unggul telak atas Prabowo-Sandi. Denny mengatakan hal itu terjadi karena pengguna media sosial cenderung lebih kritis terhadap kekuasaan.

"Tingkat ketidakpuasan (terhadap kinerja Jokowi) pengguna media sosial lebih tinggi dibandingkan bukan pengguna media sosial," ucap Denny.
Survei Medsos: Prabowo Favorit Kalangan Kampus, Jokowi SD-SMAPrabowo Subianto dan Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Riset LSI Denny JA ini mengambil responden dengan kategori pengguna media sosial yang memiliki salah satu akun dari beberapa platform seperti facebook, twitter dan/atau instagram.

Denny mengatakan survei dilakukan selama 11-19 Agustus 2018. Metode sampling yang digunakan yakni multistage random sampling dengan cara wawancara tatap muka menggunakan kuesioner.

Jumlah responden mencapai 1.200 orang yang terdiri atas pengguna dan bukan pengguna media sosial.

"Margin of error sekitar 2,9 persen," ucap Denny.

Pada Pilpres 2014 silam, Denny JA selaku pendiri LSI menyatakan mendukung pasangan Jokowi-JK. 

Denny saat itu mengatakan alasan dirinya mendukung Jokowi karena ideologi, khususnya kesamaan paham kebangsaan terkait keberagaman.

"Dia lah capres yang saya amati memiliki kesungguhan untuk mewujudkan program berkesinambungan tentang indahnya warna-warni Indonesia. Yaitu, Indonesia yang harus tetap hidup dengan aneka keberagaman suku, agama, etnis, dan budayanya," kata Denny JA dalam keterangan pers pada 15 Mei 2014 seperti dikutip dari Antara. (wis)