Anies soal Warga Bukit Duri: Kalau Banding, Kami Tidak Pusing

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Sabtu, 08/09/2018 01:25 WIB
Anies soal Warga Bukit Duri: Kalau Banding, Kami Tidak Pusing Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui jika memang ada masalah dalam proses penataan Bukit Duri yang menggunakan konsel Community Action Plan (CAP) atau pembangunan yang melibatkan masyarakat.

Namun, ia meminta kepada warga Bukit Duri untuk mengerti karena konsep tersebut baru pertama kali dilakukan oleh Pemprov DKI.

"Dulu digusur enggak ada proses ini semua, jadi ada proses ini sesuatu yang syukur alhamdulilah," kata Anies di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Jumat (7/9).


Namun, kata Anies, meski ada masalah ataupun hambatan dalam proses penataan Bukit Duri, setidaknya proses tersebut masih terus berjalan hingga saat ini.


Anies justru menyinggung soal keputusan Pemprov DKI Jakarta yang tidak mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tinggi Jakarta.

Isi dari putusan Pengadilan Tinggi Jakarta dengan nomor 192/Pdt/2018/PT DKI, jo. No 262/Pdt.G/Class Action/2016/PN.Jkt.Pst tersebut memenangkan kasus penggusuran atas warga Bukit Duri.

"Kalau kami mutusin banding, kami enggak pusing," ujarnya.

Karenanya, ia meminta kepada warga untuk bisa menghargai keputusan Pemprov DKI yang tidak mengajukan banding.

"Hargai Pemprov DKI karena memilih untuk tidak naik banding, dan itu artinya sekarang kita bekerja sama-sama," tutur Anies.


Dengan konsep CAP tersebut, lanjut Anies, memang memiliki tantangan tersendiri. Sebab, menurutnya selama ini aparat pemerintah tidak terbiasa untuk membangun sesuatu dengan sistem kolaborasi bersama warga.

Lebih dari itu, Anies meminta kepada semua pihak untuk tidak lagi saling menyalahkan terkait dengan proses penataan kampung Bukit Duri.

"Kita bereskan sama-sama, tapi kalau mulai saling menyalahkan maka tidak akan ada solusinya," katanya.

Sebelumnya, Koordinator Ciliwung Merdeka, Sandyawan Sumardi mengaku kecewa dan semakin ragu dengan konsep penataan kampung yang digagas Anies.


Selama ini Ciliwung Merdeka telah mengajukan desain rancangan kampung susun sebagai pengganti bagi warga Bukit Duri. Bahkan mereka sudah memberi opsi lahan untuk digunakan.

"Itu ternyata isinya kebanyakan hanya beautifikasi, tidak ada substansi persiapan untuk membangun Kampung susun itu. Ternyata tidak dianggap ada warga gusuran ini," kata Sandyawan saat dikonfirmasi, Rabu (5/9).

Anies sendiri mengaku ikut kecewa karena program CAP tersebut meleset dari tujuan.

"Sama saya juga kecewa sama aparat yang jalannya enggak benar. Semua bakal dapat teguran," kata Anies di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Kamis (6/9).

Anies menyebut konsultan yang telah ditunjuk untuk mengerjakan pembangunan kampung Bukit Duri justru lebih banyak berkonsultasi dengan Suku Dinas dibanding dengan warga setempat.

(DAL/DAL)