Kabag Binops Ditlantas Polda Jabar AKBP Asep Pujiyono mengatakan hingga saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan agen pemegang merek (APM) bus tersebut.
"Tersangka belum, belum," kata Asep seperti disiarkan CNNIndonesia TV, Senin (10/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asep mengatakan berdasarkan pemeriksaan sementara, kecelakaan diduga karena ada permasalahan di pengereman.
Bus tersebut, kata Asep juga tidak pernah menjalani uji KIR selama dua tahun.
"Kami belum bisa mengatakan tidak laik, kami masih koordinasi dengan APM," katanya.
Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri, sebelumnya mengatakan, kondisi bus tersebut sudah tak laik jalan, karena perusahaan pemiliknya sudah tidak melakukan uji KIR atas kendaraan tersebut selama empat periode.
Atas dasar itu, sambung Refdi, pihaknya pun memperluas penyelidikan dengan menelusuri perusahaan pemilik bus nahas tersebut.
Refdi menyatakan bus tersebut tak diasuransikan, termasuk penumpangnya. Padahal, hal itu seharusnya menjadi kewajiban pihak PO. Atas sejumlah pengabaian yang dilakukan PO itulah pihaknya akan menelusuri perusahaan pemilik bus yang jatuh ke jurang tersebut.
"Maka dari itu, polisi akan menelusuri perusahaan tersebut apakah hanya bus ini saja yang 'terabaikan' atau bus lainnya. Seharusnya orientasi PO adalah keselamatan penumpang dan orang lain, jangan hanya mau menerima hasilnya saja," katanya.
Lihat juga:Kernet Bus Maut Sukabumi Ditemukan Selamat |