PKB: Pelukan dengan Ma'ruf Tanda Mahfud 'Cooling Down'

Ramadhan Rizki, CNN Indonesia | Selasa, 11/09/2018 16:24 WIB
PKB: Pelukan dengan Ma'ruf Tanda Mahfud 'Cooling Down' Pertemuan antara Mahfud MD dan Ma'ruf Amin, di acara resepsi pernikahan anak Ketua DPR Bambang Soesatyo, di Jakarta, Senin (10/9) malam. (Dok. Bambang Soesatyo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelukan antara Mahfud MD dan bakal calon wakil presiden Ma'ruf Amin disebut menunjukkan bahwa pakar hukum tata negara itu sudah tenang pascakegagalan menjadi cawapres bagi Joko Widodo.

Kedekatan Mahfud dan Ma'ruf itu terjadi di acara resepsi pernikahan putera Ketua DPR Bambang Soesatyo, Dimaz Radiyta Soesatyo dengan Riana Rizki, Senin (10/9) malam.

"Baguslah, berarti tandanya Pak Mahfud sudah tenang, sudah cooling down ya," kata Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy saat dihubungi CNNIndonesia.com Selasa (11/9).


Ia juga membantah rivalitas dan menyatakan persahabatan dan kekeluargaan antara keduanya masih terjalin baik.

"Enggak ada [rivalitas]. Namanya penentuan cawapres, kan, haknya Pak Jokowi, semua harus menerima apa yang harus terjadi," kata Lukman.

Dia pun berharap agar Mahfud dapat merapat dan memperkuat barisan pendukung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019. Sebab, Lukman mengakui Mahfud memiliki jejaring dan pendukung yang besar di seluruh Indonesia.

Bakal calon wakil presiden Ma'ruf Amin, di Jakarta, Minggu (2/9).Bakal calon wakil presiden Ma'ruf Amin, di Jakarta, Minggu (2/9). (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
"Pak Mahfud, kan, punya jejaring juga, punya pengikut, pengaggum. Kalau Pak Mahfud bisa terang-terangan memberikan dukungan, itu baik dan menambah energi baru bagi Jokowi-Maruf," kata dia.

Pada resepsi pernikahan putera Bamsoet itu, Ma'ruf mengatakan hubungan antar keluarga yang harmonis dapat membuat masyarakat terhindar dari konflik.

"Saling memahami dan saling menerima segala kelebihan dan kekurangan pasangan masing-masing, maka di suatu kelompok itu akan hidup damai. Tidak saling curiga dan saling menghujat," kata dia, saat menyampaikan nasehat perkawinan di acara resepsi pernikahan itu.

Acara resepsi pernikahan itu dihadiri oleh sejumlah pejabat dan mantan pejabat tinggi negara.

Di antaranya, eks Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono; mantan Wakil Presiden Try Sutrisno; putera/puteri mantan Presiden Soeharto, seperti Bambang Trihatmojo dan Titiek Soeharto; puteri mantan Presiden Gus Dur, Yenny Wahid.

Selain itu, turut hadir Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Parawisata Arief Yahya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, hingga Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Sebelum bertemu di acara pernikahan putera Bamsoet, Mahfud telah mengungkap cerita di balik kegagalannya dipilih menjadi cawapres Jokowi dalam program Indonesia Lawyers Club di TVOne, beberapa waktu lalu.



Ketua DPP PKB Muhammad Lukman Edy, di Posko Pemenangan Jokowi-Maruf Amin, Menteng, Jakarta, Rabu (15/8).Ketua DPP PKB Muhammad Lukman Edy, di Posko Pemenangan Jokowi-Maruf Amin, Menteng, Jakarta, Rabu (15/8). (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Mahfud menuding Ma'ruf Amin melakukan manuver dengan meminta Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) mengancam Jokowi jika tak memilih cawapres dari kalangannya. Dia mengaku tahu hal itu dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. (arh/wis)