BMKG Prediksi El Nino Terjadi Akhir September hingga Oktober

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Selasa, 11/09/2018 22:00 WIB
BMKG Prediksi El Nino Terjadi Akhir September hingga Oktober Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi Indonesia bakal mengalami El Nino pada akhir September hingga awal Oktober 2018.

El Nino adalah kejadian memanasnya suhu air laut di Samudra Pasifik hingga di atas rata-rata suhu normal. Hal ini bisa mengakibatkan terjadinya fenomena alam seperti kekeringan.

"BMKG memprediksi ada El Nino, hanya saja pada skala lemah-sedang," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono Rahadi Prabowo saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat pada Selasa (11/9).


Ia menjelaskan El Nino skala lemah berpeluang mulai aktif pada September.

El Nino lemah ditandai dengan suhu muka laut yang semakin panas di wilayah Pasifik bagian tengah atau dikenal dengan sebutan indeks ENSO (El Nino Southern Oscillation) positif. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, aktifnya El Nino dalam skala lemah bakal berdampak pada peralihan sirkulasi angin Timuran menjadi angin Baratan yang sedikit terlambat.

"Akibatnya, ada tendensi datangnya awal musim hujan agak terlambat," imbuhnya.

BMKG juga memprediksi awal musim hujan akan dimulai pada Oktober 2018. Dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 78 ZOM akan mulai hujan pada Oktober meliputi wilayah Sumatera, sebagian besar Jawa, NTT, sebagian Sulawesi.

Selebihnya, 147 ZOM meliputi sebagian Sumatera, Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Kalimantan, Papua akan mulai musim hujan pada November 2018 dan 85 ZOM lainnya akan mulai pada Desember 2018.

Untuk puncak musim hujan 2018/2019 diprediksi terjadi pada Januari-Februari 2019.

(wis/wis)