"Tidak ada maksud kehadiran kami mengklarifikasi, mempertanyakan, dan sebagainya. Kami meyakini Demokrat akan kokoh berdiri mendukung pemenangan Prabowo-Sandi," kata Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria, di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (12/9).
Gerindra, kata dia, meyakini Demokrat solid mendukung Prabowo-Sandi pada pilpres 2019 dan tidak bermain politik dua kaki. Dukungan Demokrat juga diyakini tidak hanya sebatas di atas kertas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, sejumlah kader Demokrat di daerah yang berbeda sikap dengan kepengurusan di pusat terjadi ketika belum ada keputusan mendukung Prabowo-Sandi.
Ketum Demokrat SBY dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (Dok. Abror Rizki) |
Menurutnya, pertemuan malam nanti bakal banyak mendiskusikan persoalan ekonomi dan kebangsaan, selain penyampaian secara langsung ucapan selamat ulang tahun kepada SBY yang jatuh pada Minggu (9/9).
"Pak Prabowo dan Sandi juga ingin berdialog, berdiskusi dan ingin meminta pandangan terkait masalah bangsa hari ini dan ke depan termasuk ingin mendengarkan masukan-masukan dari Pak SBY tentang ekonomi hari ini dan ke depan bagaimana baiknya," ucapnya.
Menurut Andi, justru aneh jika sebuah partai politik tidak bermain dua kaki saat ini. Sebab di pemilu 2019, ada dua pemilihan yang digelar bersamaan yakni pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.
"Soal Demokrat dua kaki jadi rame. Perintah Ketua Umum SBY itu jelas memang dua kaki. Satu kaki di pileg, Satu kaki di Pilpres. Justru yang main satu kaki itu yang aneh dalam pemilu berbarengan," tulisnya melalui akun Twitter @AndiArief__ pada Selasa (11/9).
(arh/gil)
Ketum Demokrat SBY dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (