Andi Arief Ungkap 'Strategi 55' Partai Koalisi Prabowo-Sandi

Feri Agus Setyawan, CNN Indonesia | Rabu, 12/09/2018 11:25 WIB
Andi Arief Ungkap 'Strategi 55' Partai Koalisi Prabowo-Sandi Wakil Sekjen Demokrat Andi Arief menyatakan partai politik pengusung Prabowo-Sandiaga akan menerapkan strategi 55 dalam menghadapi Pileg dan Pilpres 2019. (Detikcom/Samsudhuha Wildansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menyatakan partai politik pengusung bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bakal menerapkan strategi 55 dalam menghadapi pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

Gelaran Pileg dan Pilpres diketahui untuk pertama kalinya dilakukan secara bersamaan dalam satu hari pemungutan suara. Pencoblosan dilakukan pada 17 April 2019 mendatang.

Strategi 55 yang dimaksud Andi merujuk pada target perolehan presentase suara partai koalisi pendukung Prabowo-Sandi.


"Strategi Koalisi empat partai ini akan dinamakan Strategi 55. Apa itu? Sukses pilpres dengan suara dukungan hasil pemilu diharapkan Gerindra 25%, Demokrat 15%, PAN 8% dan PKS 7%. Inilah yang harus publik ketahui dan sengaja diumumkan agar mendapat dukungan," kata Andi melalui akun Twitter pribadinya @AndiArief_, Rabu (12/9).

Andi mengatakan empat partai pengusung Prabowo-Sandi, yakni Gerindra, Demokrat, PAN, dan PKS merupakan Koalisi Rakyat. Menurutnya, keempat partai pengusung Prabowo-Sandi mewakili empat saluran aspirasi rakyat.

"Mengapa persoalan dan beragam perbedaan itu juga dibicarakan ke publik, karena koalisi 4 partai ini adalah Koalisi Rakyat, mewakili 4 saluran aspirasi rakyat. Sehingga bukan hanya agar rakyat terlibat dalam perdebatan, namun juga bisa menyumbang solusi dan mengontrolnya," tuturnya.

Andi menyebut Gerindra, Demokrat, PAN, dan PKS bukan lah partai kemarin sore. Menurut politikus Demokrat itu, empat partai tersebut berpengalaman, termasuk mengelola perbedaan pandangan, meramunya dan menjadikannya kekuatan dahsyat.

"Biarlah perbedaan pendapat dan perbedaan strategi empat partai ini terus bergulir di ruang publik, karena itulah cara efektif mengurai perbedaan mendapatkan cara persatuan. Tetapi sejak 23 September nanti semua akan melangkah dengan nafas kemenangan yang sama," ujarnya.

Untuk mematangkan strategi itu, Andi menyebut Prabowo dan Sandi bakal bertemu dengan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediamannya, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, malam nanti.

"Sudah diagendakan pertemuan secara periodik. Bukan membahas gorengan dua kaki, karena memang tidak dua kaki. Semua persiapkan dimatangkan agar sukses pileg, sukses pilpres," kata Andi.
(gil)