Dalam situs tersebut, misalnya, tertulis bahwa Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto akan menangkap dan telah menetapkan Hendropriyono sebagai tersangka karena ikut memilih jenis racun yang digunakan oleh Pollycarpus Budihari Prijanto untuk membunuh Munir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dalam situs itu, dapat ditemukan sebanyak 10 artikel yang seluruhnya mengaitkan nama Arief, Hendropriyono, Munir, dan mantan terpidana pembunuhan Munir, Pollycarpus.
Mantan Kepala BIN Hendropriyono. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho) |
Diketahui, Munir diracun dalam penerbangan menuju Kota Amsterdam, Belanda, 7 September 2004.
Terkait kasus pembunuhan Munir, Arief sendiri telah menyatakan penyidik tidak pernah menutup kasus tersebut.
"Kalau ditanya kapan dibuka, saya tegaskan kami tidak pernah menutup kasus ini [pembunuhan Munir]. Kalau ada bukti atau fakta hukum baru, makan akan dimulai lagi," kata Arief kepada wartawan di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Jumat (6/9).
Dia menerangkan, penyidik telah menerbitkan sebanyak empat berkas perkara untuk empat orang tersangka dalam penyidikan kasus pembunuhan Munir, sejak 2004.
Aksi 'Kamisan' yang menuntut penyelesaian kasus Munir, di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/9). (CNN Indonesia/Setyo Aji Harjanto) |
(arh/sur)
Mantan Kepala BIN Hendropriyono. (
Aksi 'Kamisan' yang menuntut penyelesaian kasus Munir, di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/9). (