BEM UGM: Kritik Mahasiswa Riau ke Jokowi Bukan Dosa Besar

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Rabu, 12/09/2018 16:07 WIB
BEM UGM: Kritik Mahasiswa Riau ke Jokowi Bukan Dosa Besar Politisi PDIP Aria Bima. (CNN indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politisi PDIP Aria Bima mengkritik aksi mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR). Akan tetapi sejumlah kelompok mahasiswa kompak menilai aksi yang dilakukan oleh koleganya di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIR masih wajar saja.

Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) Obed Kresna mengatakan setiap orang berhak menyampaikan pendapat seperti yang dijamin dalam konstitusi. Kritik yang disampaikan mahasiswa UIR disebutnya bukan dosa besar.

"Karena itu hak semua orang, itu bukan dosa besar, hak bagi bagi semua orang menyuarakan pendapatnya," kata Obed kepada CNNIndonesia.com, Rabu (12/9).


Obed tidak ingin larut dalam perdebatan tentang aksi para koleganya di Pekanbaru, Riau. Namun ia berkeyakinan ada kajian yang dibuat oleh BEM UIR sebelum melancarkan aksinya.

Sementara itu Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) Ahmad Wali Radi mengingatkan bahwa aksi mahasiswa yang mengkritik pemerintah merupakan sesuatu yang sangat wajar. Lagipula menurutnya sudah menjadi tugas mahasiswa untuk mengawal jalannya pemerintahan di periode siapapun.

Di samping lembaga pers, Ahmad berpendapat kelembagaan mahasiswa merupakan salah satu suara yang paling pantas mengkritik lembaga pemerintah baik itu eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.

Ahmad yang aktif sebagai mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) ini pun tak mempermasalahkan komentar pedas yang dilontarkan oleh Aria Bima.

"Silakan beliau mengatakan demikian, tapi perlu dicatat mahasiswa adalah pengawal kebijakan pemerintah dari dulu sampai sekarang dan berada di posisi paling proper untuk menyampaikan kritik," ujar Ahmad.

Bahwa dalam aksinya pengunjuk rasa dari BEM UIR memakai cara yang kurang populer, Ahmad menilai hal itu bersifat relatif. Ia merasa dalam setiap pergerakan, baik itu di daerah, kota, ataupun di luar negeri, perbedaan metode dalam berunjuk rasa merupakan keniscayaan.

"Maka kami tidak bisa membenarkan atau menyalahkan mereka," imbuh Ahmad.

Kritik Aria Bima aksi mahasiswa terjadi setelah BEM UIR memprotes kebijakan pemerintah pada Senin (10/9). Massa yang ditengarai mencapai ribuan orang kemudian menjebol kantor DPRD Riau dan menduduki ruang rapat paripurna.

Setelah menduduki ruang rapat paripurna, mahasiswa menyerahkan petisi berisi tuntutan mereka agar pemerintah menstabilkan perekenomian negara, tidak membatas hak demokrasi masyarakat, dan menuntaskan kasus korupsi PLTU Riau I.

Aria Bima menyayangkan aksi itu dan menyarankan tak sekadar ikut-ikutan demonstrasi tanpa melakukan kajian literatur yang mendalam terlebih dahulu. (osc)