"Kalau ditugaskan untuk medsos, ya medsos saja mungkin. Kalau timses itu kan besar ya organisasi nya, banyak bidang-bidang nya. Misalnya kalau kami disuruh kerjain ini bagian kecil ya kami kerjain," kata dia, ditemui di kediaman Mantan Panglima TNI, Djoko Santoso, Jalan Bambu Apus, Jakarta Timur, Rabu malam (12/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buni sendiri mengaku siap untuk direkrut. "Kami ini kan sedang berjuang, sekarang diajak berjuang bersama untuk hal yang sama. Kami enggak diajak aja mengajukan diri. Kayak gitu lho logikanya," kata dia.
Djoko Santoso, di Jakarta, Jumat (7/9). (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan) |
"Ya enggak bisa dirinci, nanti dicontek [kubu] sebelah," kilahnya.
Meski begitu, Buni mengaku hingga saat ini pihaknya belum bicara dengan Prabowo Subianto secara langsung.
Dia mengaku dirinya telah berjuang sejak 2016. Namun, hal itu justru menyeret dirinya ke dalam bui setelah didakwa melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
"Saya ini sudah berjuang sejak 2016. Saya dijadikan tersangka, terdakwa, dengan bukan kesalahan saya. Saya tak salah," kata Buni.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
Hal itu kemudian menyulut rangkaian Aksi Bela Islam yang menuntut pencopotan Ahok dari jabatannya dan peradilannya. AHok pun divonis dua tahun penjara.
Buni sendiri diseret ke pengadilan dan divonis penjara satu tahun enam bulan oleh Pengadilan Negeri Bandung, 14 November 2017. Meski divonis, Buni Yanit tak ditahan karena melakukan upaya banding.
Djoko Santoso, di Jakarta, Jumat (7/9). (
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen