Sebelumnya, ada sejumlah opsi yang sempat dibahas dalam rapat Banggar DPRD DKI Jakarta.
Lihat juga:Peserta BPJS Kesehatan Tembus 200 Juta Jiwa |
Salah satu opsi adalah RSUD meminjam uang dari Bank DKI untuk operasional. Kemudian, nantinya Pemprov DKI yang akan membayar bunga dari pinjaman tersebut. Tapi, atas opsi ini, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Edi Sumantri mengaku pihaknya masih menelaah dasar hukumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, akhirnya dua opsi tersebut tidak disetujui. Pasalnya, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah menilai tunggakan tersebut merupakan kesalahan dari pihak BPJS Kesehatan.
"Solusinya nanti dalam KUA PPAS (Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara) disebutkan bahwa penangangan masalah ini, para RSUD untuk mengusulkan, meminjam uang di Bank DKI," tutur Saefullah di Balai Kota Jakarta, Kamis (13/9).
Saefullah menjelaskan untuk bunga pinjaman Bank DKI akan memberikan bunga sebesar 7,5 persen per tahun. Bunga itu, sambungnya, akan ditanggung sendiri oleh pihak RSUD.
"Itu sudah bunga paling rendah yaitu 7,5 persen per tahun," kata Saefullah.
Keputusan tersebut, akan disampaikan Saefullah kepada anggota dewan dalam rapat Banggar hari ini.
Saefullah menambahkan nantinya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga akan segera mengeluarkan izin prinsip sebagai dasar peminjaman ke Bank DKI.
"Jadi KUA PPAS sepakat dengan DPRD, Gubernur mengeluarkan izin prinsip," ujarnya.