Tak Mau Gaptek Jokowi Pelajari Cetak 3D dan Kecerdasan Buatan

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Jumat, 14/09/2018 16:26 WIB
Tak Mau Gaptek Jokowi Pelajari Cetak 3D dan Kecerdasan Buatan Presiden Jokowi mengaku belajar setiap hari agar tidak ketinggalan zaman terhadap perkembangan teknologi. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo tak mau ketinggalan zaman, terutama dalam hal kemajuan teknologi. Dia pun mengaku belajar setiap hari agar dapat mengetahui berbagai hal terbaru. Beberapa yang dipelajari Jokowi adalah teknologi cetak 3 dimensi (3D) dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

Ini diceritakan Jokowi saat bertemu ratusan pemuda dalam Kongres ke-36 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Jumat (14/9) pagi tadi.

"Saya setiap hari belajar, belajar soal 3D printing, artificial intelligence [kecerdasan buatan]. Kalau enggak, enggak nyambung nanti," kata Jokowi di Forest Hotel Bogor, Jumat (14/9).


Jokowi menuturkan dirinya menyadari dunia saat ini berubah begitu cepat, khususnya di sektor teknologi. Banyak pekerjaan sudah bisa dilakukan tanpa manusia melainkan robot atau mesin.

Ia mencontohkan pembangunan rumah dalam tempo 24 jam dengan teknologi cetak 3D dan pembersihan Bandara Changi di Singapura oleh robot.

Menurutnya, seluruh masyarakat terutama generasi muda harus melek teknologi sehingga tak ditinggal negara lain.

"Jangan sampai ditinggal perubahan yang ada dan yang bisa antisipasi siapa? Anak-anak muda. Mohon maaf yang tua-tua seperti saya sepertinya sudah ketingggalan banget. Ke depan ini milik anak-anak muda," kata mantan Wali Kota Solo ini.

Ia mencontohkan beberapa generasi muda Indonesia yang bisa melihat dan menggunakan perubahan zaman. Mulai dari CEO Go-Jek Nadiem Makarim, Co-Founder Tokopedia William Tanuwijaya, serta CEO Bukalapak Achmad Zaky.

Jokowi mengatakan ketiga anak muda itu hanya dalam beberapa tahun sudah menjadi triliuner. Kondisi itu berbeda dengan dirinya yang merintis usaha sejak puluhan tahun lalu.

"Saya kerja ekspor 23 tahun dari pagi ke pagi, aset yang saya miliki hanya Rp30 miliar-Rp40 miliar. Mereka belum ada lima tahun sudah Rp15 triliun," kata pengusaha mebel ini.

Jokowi juga menyoroti sejumlah hal yang ternyata bisa menjadi peluang bisnis. Ia menceritakan ketika bertemu Jess No Limit, pemain eSport dan Mobile Legends bulan lalu.

"Siapa yang bayangkan main game dapat ratusan juta, kalau dulu anak saya main game saya marahin. Sekarang hasilkan ratusan juta. Sekarang berbeda sekali peluangnya banyak sekali," ucapnya.

Oleh sebab itu, Jokowi meminta anak muda benar-benar menyiapkan diri menghadapi perubahan itu. (wis)