Jubir Timses Jokowi: Semoga Buni Yani Tobat Bicara Hoaks

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Sabtu, 15/09/2018 05:00 WIB
Jubir Timses Jokowi: Semoga Buni Yani Tobat Bicara Hoaks Kubu Jokowi-Ma'ruf Amin berharap Buni Yani tak lagi menyebar berita hoaks jika bergabung dalam tim sukses Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago berharap Buni Yani sudah melakukan tobat dan tak menyebarkan lagi berita bohong atau hoaks dan fitnah.

Pernyataan itu menanggapi kemungkinan Buni Yani menjadi tim sukses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno khususnya di media sosial. 

"Semoga Buni Yani tobat nggak bicara hoaks lagi dan fitnah lagi," ujar Irma saat ditemui usai diskusi publik Indonesia Political Review di Bumbu Desa Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/9).


Irma pun tak khawatir bila Buni Yani jadi bergabung ke tim Prabowo-Sandi. Sebab, kata dia, KPU sudah menetapkan aturan kampanye yang melarang hal-hal bersifat SARA, fitnah, termasuk berita hoaks.

Buni Yani sempat dijatuhi vonis hukuman satu tahun enam bulan penjara dalam kasus penyebaran ujaran kebencian bernuansa suku, agama, ras dan antargolongan oleh hakim Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, November tahun lalu. Namun hakim tidak memerintahkan penahanan terhadap Buni Yani.

Kasus Buni Yani bermula saat dirinya mengunggah cuplikan video Ahok yang menyinggung Surat Al Maidah ayat 51 di akun media sosialnya, Oktober 2016.

Dalam unggahan itu Buni mengedit isi pidato Ahok tersebut. Unggahan Buni Yani lantas memicu aksi demo besar-besaran yang diikuti massa umat Islam dari berbagai daerah. Mereka menuntut proses hukum terhadap Ahok yang menurut mereka telah menistakan agama Islam.

Politisi muda Gerindra, Gusmiyadi, mengatakan bahwa Buni berhak mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri karena sudah menjalani hukumannya. 

"Saya kira konstruksi berpikirnya begini, ya, orang yang sudah dihukum saya kira itu sudah klir, ya. Dan orang punya kesempatan untuk memperbaiki diri," ujar dia di kesempatan yang sama.

Gusmiyadi juga mengatakan bahwa timnya selalu diberi arahan untuk menciptakan kampanye yang menyejukkan. Pihaknya akan mengurangi kisruh dan hiruk pikuk yang memusingkan masyarakat.

"Kami selalu di-briefing harus membawa kesejukan, membangun simpati rakyat. Bahwa faktanya masyarakat itu tidak senang dengan hiruk-pikuk, kisruh dan lain sebagainya nanti coba kita kurangi," lanjutnya.


(wis/wis)