Airlangga Nilai Debat Capres dalam Bahasa Inggris Lucu
Dias Saraswati | CNN Indonesia
Sabtu, 15 Sep 2018 21:36 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menilai usulan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengadakan sesi debat capres-cawapres dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai hal yang lucu.
"Agak lucu kalau kita kampanye menggunakan bahasa Inggris," kata dia, saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (15/9).
"Macam kita di Inggris saja, kita di Indonesia [menggunakan] bahasa Indonesia," imbuhnya.
Airlangga pun mencontohkan Korea Selatan dan Cina sebagai negara maju yang tetap menggunakan bahasa negeri sendiri, bahkan dalam sebuah pertemuan bilateral.
"Mereka juga menggunakan bahasa sendiri," ucap dia.
Karenanya, kata Airlangga, akan lebih baik jika dalam debat capres-cawapres nanti tetap menggunakan bahasa Indonesia untuk sekaligus menunjukkan identitas sebagai bangsa Indonesia.
"Kita ini negara Indonesia dan kita bangsa Indonesia dan kita ada sumpah pemuda, berbahasa satu bahasa Indonesia," tuturnya.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto berencana mengusulkan KPU agar menerapkan debat kandidat capres-cawapres menggunakan bahasa Inggris.
"Karena presiden bergaul di dunia internasional supaya tidak ada miskomunikasi dan salah tafsir dari lawan bicara," ucap Yandri.
Sementara Anggota KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan KPU belum berencana mengubah format debat.
Namun, kata dia, KPU tetap terbuka atas berbagai masukan dari masyarakat demi proses debat yang lebih bagus.
(dal/arh)
"Agak lucu kalau kita kampanye menggunakan bahasa Inggris," kata dia, saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (15/9).
"Macam kita di Inggris saja, kita di Indonesia [menggunakan] bahasa Indonesia," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka juga menggunakan bahasa sendiri," ucap dia.
"Kita ini negara Indonesia dan kita bangsa Indonesia dan kita ada sumpah pemuda, berbahasa satu bahasa Indonesia," tuturnya.
"Karena presiden bergaul di dunia internasional supaya tidak ada miskomunikasi dan salah tafsir dari lawan bicara," ucap Yandri.
Sementara Anggota KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan KPU belum berencana mengubah format debat.
Namun, kata dia, KPU tetap terbuka atas berbagai masukan dari masyarakat demi proses debat yang lebih bagus.