Ratusan Pengungsi Gempa Lombok Terinfeksi Malaria

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 16/09/2018 19:55 WIB
Ratusan Pengungsi Gempa Lombok Terinfeksi Malaria Tempat pengungsian korban gempa di Lombok. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengungsi gempa di Pulau Lombok mendapatkan bencana baru. Mereka terserang wabah malaria

Tercatat, sudah ada 137 pengungsi yang dinyatakan positif terinfeksi  malaria. Kondisi ini membuat pemerintah Lombok Barat mengumumkan keadaan darurat kesehatan. Pasalnya, kasus malaria yang terjadi tahun ini dua kali lebih banyak jika dibandingkan 2017 lalu.

Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid menyatakan sudah mengambil langkah pencegahan penyebaran malaria dengan mengambil sampel darah dan mendistribusikan jaring nyamuk. Selain itu, pihaknya juga gencar melakukan pengasapan atau fogging.
Tapi, upaya tersebut juga mengalami kendala. Untuk jaring nyamuk, kendala terdapat pada jumlah. Ia mengatakan saat ini petugas di lapangan hanya memiliki 3.000 jaring nyamuk. 


Padahal total kebutuhan jaring mencapai 10 ribu. Paramedis Farlin mengatakan masalah tersebut harus membuat petugas selektif dalam membagikan jaring nyamuk.

"Memang idealnya kami harus memberikan kelambu kepada semua orang," katanya seperti dikutip dari AFP, Minggu (16/9).
Gempa berkekuatan 6,9 Skala Richter bulan lalu mengguncang  kawasan Lombok dan sekitarnya.  Tercatat, sekitar 560 orang meninggal akibat gempa tersebut.

Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga telah menimbulkan kerugian materiil. Berdasarkan perhitungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kerugian akibat gempa Lombok mencapai Rp12,15 triliun.

Kerugian tersebut berasal dari kerusakan bangunan Rp10,15 triliun dan ekonomi sebesar Rp2 triliun. 
(AFP/ptj)