Karena itu, Sri meminta waktu kepada semua pihak untuk melakukan pembenahan tersebut. Dia menyatakan siap mundur jika dalam setahun tak berhasil melakukan pembenahan.
"Mohon berkenan kami diberi waktu, Insyaallah kami menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Tidak perlu waktu lama, satu tahun kalau tidak berhasil izinkan saya mundur," ujar Sri dalam acara di CNN TV, Minggu (16/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sama sekali tidak ada barang-barang mewah. Kamar yang lebih besar mungkin jadi permasalahan. Tapi yang lain seperti jam berkunjung sudah diterapkan dengan baik oleh mereka yang bertugas di sana," kata Sri.
"(Pembenahan) secara bertahap. Pada saat ruang kunjungan, gazebo, kami benahi itu dulu. Tentu kami persiapkan ruang besukan. Maka kami memperiortiaskna itu dulu," ujarnya.
Dari situ, pembenahan kemudian akan dilakukan terhadap kamar-kamar napi yang jadi permasalahan seperti sel mewah Setnov. Tak cuma di Sukamiskin, tap pembenahan di lapas-lapas lain di Indonesia. Karenanya, dia meminta waktu untuk melakukan pembenahan tersebut.
"Beri kami waktu, beri kami kepercayaan. Yang kami tangani adalah orang-orang yang diputus pengadilan bersalah," ucap Sri. (osc/sur)