"Karena politik identitas itu kan ada di mana-mana jadi identitas bisa identitas partai sekuler dan identitas agama Islam, bisa identitas agama Kristiani, Indonesia juga identitas. Aneh kalau tidak ada identitas. Kita identitasnya apa? Kita kan Indonesia. Indonesia identitas lho," kata Hidayat di kompleks Parlemen, Jakarta, pada Senin (17/9).
Rizieq menganjurkan politik identitas di gelaran Ijtimak Ulama II di Jakarta, Minggu (16/9) pekan lalu. Hidayat meminta politik identitas tidak diartikan secara negatif. Sebab menurut dia identitas tidak bisa dilepaskan dari individu dan praktik politik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan ia menyebut Soekarno menggunakan politik identitas saat merancang Pancasila. Rizieq mengklaim politik identitas yang diusung ulama tetap bermartabat dengan berdasar pada Ketuhanan Yang Maha Esa.
Riza tak sepakat dengan anggapan anggapan politik identitas yang bersifat memecah belah masyarakat. Ia meminta politik identitas tidak dimaknai sebagai hal negatif.
Menanggapi itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto berpendapat seruan tokoh Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab soal penggunaan politik identitastidak akan efektif pada pemilihan presiden 2019 mendatang.
Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengatakan kemenangan Jokowi di Pilpres 2014 menjadi bukti politik identitas tidak efektif. Ia menyebut politik identitas tidak mendapat tempat dan justru memecah masyarakat.