Tiga Pesawat Batal Mendarat Akibat Kabut Karhutla di Kalsel

Antara, CNN Indonesia | Rabu, 19/09/2018 07:37 WIB
Tiga Pesawat Batal Mendarat Akibat Kabut Karhutla di Kalsel Ilustrasi penerbangan. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga pesawat batal mendarat di Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kemarin akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mencapai ribuan hektare. 

Kepala Bidang Hukum dan Komunikasi Bandara Syamsudin Noor Aditya Putra mengatakan, penerbangan yang terganggu adalah penebangan untuk kedatangan pesawat pagi hari.

"Ada tiga kedatangan pesawat yang tidak bisa mendarat karena terbatasnya jarak pandang akibat kabut asap menyelimuti landasan pacu sehingga pendaratan dialihkan ke bandara lain," kata Noor di Banjarbaru, Selasa (19/9) dikutip dari Antara.


Tiga penerbangan yang dialihkan ke bandara lain adalah, pertama, pesawat maskapai Citylink QG 484 dari Bandara Juanda Surabaya yang dijadwalkan mendarat di landasan pacu pukul 08.20 WITA.

Kedua, Lion Air JT 310 dari Surabaya yang harusnya mendarat pukul 07.55 Wita, baru bisa mendarat pukul 08.54 Wita serta Wings Air IW 1363 dari Kotabaru baru mendarat pukul 09.34 Wita.

"Satu [lagi] pesawat yakni Citylink QG 484 dari Bandara Juanda Surabaya dialihkan pendaratan ke Balikpapan, sedangkan dua pesawat lainnya terlambat mendarat karena tebalnya kabut asap," imbuh Aditya.

Asap menyelimuti Banjarmasin akibat karhutla, 2015.Asap menyelimuti Banjarmasin akibat karhutla, 2015. (REUTERS/Darren Whiteside)
Dijelaskannya, pendaratan pesawat merupakan keputusan pilot sehingga jika tidak memungkinkan karena terbatasnya jarak pandang maka bisa menunggu kabut asap hilang atau dialihkan ke bandara lain.

"Petugas di darat menyampaikan kondisi dan jarak pandang sepanjang landasan pacu tetapi pendaratan sepenuhnya keputusan pilot pesawat sehingga bisa menunggu kabarnya hilang atau dialihkan," ungkapnya.

Menurut dia, jarak pandang yang tercatat Selasa pagi pukul 06.00 Wita berkisar 400 meter sedangkan jarak pandang di landasan pacu yang dibutuhkan untuk pendaratan diatas 400 meter minimal 600 meter.

Dikatakan, selain menghambat kedatangan pesawat, kabut asap yang menyelimuti landasan pacu bandara juga menyebabkan sejumlah keberangkatan pesawat mengalami penundaan dari

"Lima pesawat yang seharusnya terbang mulai pukul 06.00 Wita terpaksa ditunda meski tidak terlalu lama dari jadwal yakni dua pesawat tujuan Surabaya dan satu pesawat ke Balikpapan, Bandung dan Jakarta," katanya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel pada 14 September, luas lahan karhutla di Kalsel mencapai 2.005 hektare. Luas lahan yang terbakar itu merupakan akumulasi sejak 1 Januari hingga 14 September.

Dari 13 kabupaten dan kota di Kalsel, luasan lahan terbakar paling banyak terjadi di Kota Banjarbaru yang mencapai 467,03 hektare, dengan lokasi paling banyak di lahan gambut.

"Banjarbaru paling luas lahan yang terbakar dan seluruhnya berada di lahan gambut dan tersebar di beberapa titik sehingga kami masih fokus melakukan pemadaman," kata Kepala BPBD Kalsel Wahyudin.

(arh/sur)