Warga Palangkaraya Mulai Terganggu Kabut Asap Karhutla

Aryo Putranto, CNN Indonesia | Sabtu, 25/08/2018 13:45 WIB
Warga Palangkaraya Mulai Terganggu Kabut Asap Karhutla Kabut asap pekat di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warga di Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah, mulai terganggu kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Menurut mereka kabut asap semakin pekat dan menyelimuti kota itu bisa lebih dari 12 jam.

"Sebelumnya pada sore sampai pagi cuma tercium bau asap. Namun, sejak beberapa hari lalu, pada sore sampai pagi kabut asap mulai terlihat. Bau kebakaran lahan pun semakin tajam," kata Samsudin, warga Palangkaraya, sebagaimana dilansir Antara, Sabtu (25/8).

Ayah dua anak itu menambahkan kabut asap juga membuat jarak pandang pun berkurang. Asap yang semakin menyelimuti Kota Palangkaraya membuat udara terlihat agak berkabut.



"Untuk beberapa hari lalu, kabut mulai terlihat sekitar pukul 17.00 WIB sampai pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Namun pada pagi ini tadi, sampai pukul 08.00 WIB kabut belum hilang," katanya.

Warga Palangkaraya lainnya, Nurlaida, juga membenarkan kabut asap semakin menyelimuti kota tempat tinggalnya.

"Keadaan ini memang belum berpengaruh signifikan terhadap aktivitas. Namun saya takut kalau kabut asap ini terus terjadi dan semakin parah akan berdampak pada kesehatan terutama anak-anak," kata ibu satu anak yang juga karyawan swasta itu.

Untuk itu, dia berharap pemerintah kota beserta pihak terkait terus berupaya mengatasi Karhutla (kebakaran hutan dan lahan), sehingga bencana kabut asap pada 2015 tak terulang.


Sampai saat ini, mengacu pada data yang dikeluarkan pusat data dan pengendali operasi BPBD Kalteng, ada 219,4 hektare lahan di Kota Palangka Raya terbakar sejak awal tahun hingga pertengahan Agustus 2018 Terkait hal tersebut, Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto, meminta pemerintah kota serius melakukan pencegahan dan penanggulangan karhutla. (antara/pmg)