Wagub NTB Kakak TGB Ikut Dukung Jokowi di Pilpres 2019

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 19/09/2018 14:53 WIB
Wagub NTB Kakak TGB Ikut Dukung Jokowi di Pilpres 2019 Presiden Joko Widodo melantik Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) 2018-2023 Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) di Istana Negara, Rabu (19/9) pagi ini. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Demokrat, sekaligus Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat terpilih Siti Rohmi Djalilah menyatakan dukungan kepada pasangan bakal calon presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019.

"Mendukung Jokowi dua periode," kata Rohmi di Istana Negara, Rabu (19/9).

Hal ini menarik sebab Siti bersama Gubernur NTB Zulkieflimansyah merupakan pasangan kepala daerah yang diusung Partai Demokrat dan PKS.


Kedua partai itu merupakan pengusung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019 bersama Partai Gerindra dan PAN.

Siti menyatakan telah mengundurkan diri dari Partai Demokrat, sama seperti yang dilakukan adiknya, mantan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Majdi karena mendukung Jokowi dua periode.

Jika TGB memilih keluar dan mendukung karena melihat kinerja Jokowi bagi NTB, terutama Lombok, Siti enggan menyebutkan alasannya meninggalkan partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono.

"Ada hal-hal yang memang kami pikir harus (mundur). Saya tidak bisa jelaskan. Hal-hal yang secara moral harus berada pada posisi itu," tuturnya.

Siti menyatakan dirinya saat ini sudah nonpartai dan siap jika dibutuhkan dalam Tim Kampanye Daerah.

Terpisah, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syariefuddin (Syarief) Hasan mengatakan belum mengetahui mengenai mundurnya Siti Rohmi dari Partai Demokrat.

"Saya belum tahu itu karena kami sedang sibuk Pilpres jadi kami tidak melihat perkembangan terakhir di NTB ini," kata Syarief.

Tak Lupa Sejarah

Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon menyatakan Demokrat menyesalkan dukungan Siti kepada Jokowi-Maruf di Pilpres 2019. Ia meminta Siti tidak melupakan sejarah, serta jasa Demokrat selaku partai yang merekomendasi dan mengusungnya di Pilgub NTB tahun 2018.

"Kalau hari ini Bu Wagub menyatakan mendukung Pak Jokowi dan sudah mundur dari Demokrat, ya silakan saja. Tapi ingatlah sejarah, Ibu bisa jadi Wagub ini karena rekomendasi dan dukungan dari Demokrat," ujar Jansen dalam pesan singkat.

Jansen juga mengaku heran atas fenomena dukungan politik yang diberikan kepala daerah yang baru dilantik. Menurutnya, hal itu harus dihentikan dan hanya bisa dilakukan jika kepala daerah sudah mengajukan cuti untuk kampanye.

"Baru juga hari pertama jadi Gubernur, kepala daerah itu baiknya fokus melayani masyarakat saja, lah, tak usah dulu berpolitik-politik praktis. Nanti kalau sudah cuti, sesuai aturan silakan baru nyatakan dukungan," ujarnya.

Tak hanya itu, ia mengkritik soal penggunaan Istana Negara dan atribut pemerintahan untuk hal yang berbau politik. Ia melihat hal tersebut bertentangan dengan aturan yang ada.

"Kalau memang sudah tidak tahan lagi, mumpung lagi di Jakarta misalnya untuk segera menyatakan dukungan ke Pak Jokowi, baiknya pergi saja lah ke Rumah Cemara, posko Jokowi-Ma'ruf, nyatakan dukungan di sana, bukan di Istana. Jangan masih pakai baju dinas putih Gubernur dengan 'jonggol' besarnya itu dikantong dukung mendukung," ujar Jansen.

Lebih dari itu, ia menegaskan dukungan Siti tidak mempengaruhi sikap politik DPD Demokrat NTB. Ia mengklaim DPD Demokrat NTB tetap mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Kami tegaskan, Partai Demokrat di NTB di bawah Ketua DPD kami TGH Mahalli Fikri solid mendukung Prabowo-Sandi," ujarnya. (panji/wis)