Perundingan PKS-Gerindra Soal Wagub DKI Masih Alot

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 20/09/2018 15:51 WIB
Perundingan PKS-Gerindra Soal Wagub DKI Masih Alot Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keputusan tentang siapa yang bakal menggantikan Sandiaga Uno sebagai wakil gubernur DKI Jakarta nampaknya belum menemui titik terang. Sebab, Partai Keadilan Sejahtera yang ngotot jabatan itu harus jatuh ke tangan mereka mendapat perlawanan dari Ketua DPD Jakarta Partai Gerindra Mohammad Taufik.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Triwisaksana, atau kerap disapa bang Sani mengakui kalau pembahasan soal posisi wagub DKI Jakarta masih alot. Dia mengatakan dalam pertemuan antara PKS dan Gerindra yang digelar malam tadi masih belum bisa mencapai kata sepakat.

"Rasanya sih ada jalannya, tapi enggak bisa sekali putaran," kata Sani di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (20/9).


Sani meyakini negosiasi antara PKS dan Gerindra bisa mencapai kata sepakat soal usulan nama kandidat wagub. Kendati demikian, menurutnya memang perlu ada pertemuan lainnya sebelum akhrinya muncul kesepakatan, termasuk membujuk Taufik supaya merelakan jabatan itu.
"Enggak alot sih, makanannya saja keburu habis hasil pertemuannya belum. Dibujuk bisa," kata Sani.

Lebih dari itu, Sani mengungkapkan jika memang telah ada kesepakatan secara lisan antara PKS dan Gerindra soal kursi DKI 2. Hal itu, sambung Sani berkaitan dengan kesepakatan PKS untuk mendukung Sandiaga sebagai cawapres di Pilpres 2019.

"Itu satu paket PKS dukung Sandi maju cawapres, Gerindra sekarang dukung kader PKS jadi pengganti Pak Sandi," tkatanya.

Presiden PKS Sohibul Iman pernah mengklaim Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto telah sepakat jatah posisi wakil gubernur DKI Jakarta akan jatuh kepada mereka. 

"Pak Prabowo mengatakan itu adalah hak PKS," kata Sohibul di Jalan Kertanegara IV, Jakarta, Selasa (18/9) lalu. 

PKS juga telah mnyodorkan dua nama yang akan menjadi kandidat wakil gubernur, setelah keputusan presiden terkait pengunduran diri Sandiaga terbit Istana. 

Dua nama itu yakni mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Sekretaris Umum DPW PKS DKI, Agung Yulianto. 

Di sisi lain, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik masih berkukuh akan maju sebagai kandidat calon wagub DKI Jakarta.
"Yang mengajukan DPD, saya mengajukan diri sendiri," kata Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (19/9) kemarin. (ayp)