Mendagri Minta Kursi Pengganti Sandiaga di DKI Segera Diisi

FHR, CNN Indonesia | Selasa, 04/09/2018 17:23 WIB
Mendagri Minta Kursi Pengganti Sandiaga di DKI Segera Diisi Mendagri Tjahjo Kumolo mengimbang PKS dan Gerindra segera mencari sosok untuk mengisi kursi Wakil Gubernur DKI. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengimbau agar pengganti wakil gubernur DKI Jakarta segera diisi agar kerja pemerintah daerah tidak terhambat. Kursi wagub DKI Jakarta kosong setelah Sandiaga Salahudin Uno menyatakan mundur lantaran mendampingi Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019.

"Kemendagri tidak memiliki kewenangan untuk mendesak agar kursi Wagub tidak kosong, kami hanya mengimbau agar jangan terlalu lama kosong gitu saja," ujar Thahjo di Gedung Merah Putih KPK, bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/9).

Menurut Tjahjo berdasarkan aturannya memang jabatan tersebut perlu segera diisi. Karena itu, sebaiknya segera dicarikan penggantinya.


Namun demikian, Tjahjo menyebut pengganti Sandiaga memang menjadi kewenangan DPRD, Gubernur DKI dan partai pengusungnya saat pemilihan. Kemendagri hanya akan meneruskan nama yang terpilih kepada Presiden agar segera diterbitkan Keppres.

"Aturannya harus diisi minimal 18 bulan. Sisa masa jabatan. Kami gak bisa memaksa. Itu terserah dari putusan DPRD, atas usulan partai pengusung Pak Sandi kemudian melalui Gubernur disampaikan ke DPRD, diputuskan oleh DPRD siapa namanya baru kemudian namanya disampaikan ke Mendagri," kata Politikus PDIP tersebut.

Sandiaga didukung oleh Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat maju bersama Anies Baswedan di Pilgub DKI 2017. Saat ini kedua partai tersebut masih saling klaim paling berhak mengutus kadernya menjadi pengganti Sandi.

Nama-nama pun muncul dalam bursa wagub DKI. Dari PKS terdapat nama seperti Mardani Ali Sera dan mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Sementara dari Gerindra muncul nama Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M. Taufik.

Anies selaku Gubernur DKI telah menyatakan tidak memberikan usulan nama maupun kriteria untuk mengisi kekosongan jabatan wakil gubernur.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini percaya PKS dan Gerindra selaku partai pengusung akan memilih sosok yang tepat untuk mendampingi dirinya memimpin Jakarta.

"Saya percaya partai pasti mengusulkan orang-orang yang matang yang siap untuk bekerja bersama di Pemprov, dan saya siap, saya siap saja," tutur Anies di Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (31/8).

(wis)